Selasa, 21 April 2026

Berita Malang Hari Ini

BPOB Gandeng UB Tingkatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Badan Pelaksana Otorita Borobudur bersama Universitas Brawijaya (UB) melakukan penandatangan nota kesepahaman di gedung utama Fakultas Ekonomi Bisnis

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang/sylvi
Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) bersama Universitas Brawijaya (UB) melakukan penandatangan nota kesepahaman di gedung utama Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Rabu (24/8/2022). Dekan FEB UB Abdul Ghofar SE MSi DBA Ak menjelaskan kerjasama dikaitkan dengan tridharma perguruan tinggi. Dalam foto itu Ir Indah Juanita MM, Direktur Utama BPOB (nomer dua dari kiri) memberikan penjelasan soal BPOB. 

SURYAMALANG-COM|MALANG-Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) bersama Universitas Brawijaya (UB) melakukan penandatangan nota kesepahaman di gedung utama Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Rabu (24/8/2022).

Dekan FEB UB Abdul Ghofar SE MSi DBA Ak menjelaskan kerjasama dikaitkan dengan tridharma perguruan tinggi.

"Pemerintah berniat memperluas destinasi wisata yang tak kalah dengan Bali. Sehingga pemerintah meluaskan kawasan pariwiaata di sekitar Borobudur. Kami perguruan tinggi (PT) mendukung BPOB dalam kerjasama," jelas Abdul Ghofar pada wartawan di sela acara. Sebab ada tridharma PT.

Ia berharap nanti pada dosen dan mahasiswa bisa magang di BPOB untuk pengembangan pariwisata Borobudur yang diperluas hingga di empat daerah di Jawa Timur.

Meliputi Kabupaten Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan. Selain itu untuk penelitian bisa untuk perencanaan pengembangan pariwisata dan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di area BPOB. 

Misalkan butuh pelatihan, maka UB bisa terjun ke desa-desa wisatanya terutama yang berada di empat daerah di Jatim. "UB sebagai PTNBH harus memiliki pusat keunggulan.

Kami di FEB memiliki keunggulan penelitian di ekonomi wisata," jelas Dekan. Ditambahkan Ir Indah Juanita MM, Direktur Utama BPOB menjelaskan kedatangan ke UB untuk membalas kunjungan UB sebelumnya. 

"Di Jatim banyak PTN. Tapi UB gercep. Maka kami melakukan kerjasama," jawab Indah.

Ia menjelaskan lembaganya adalah badan baru yang lahir pada 2018 karena perpres nomer 46/2017. Tugas BLU ini adalah bersifat otoritatif dan koordinatif.

Untuk tugas otoritatif adalah harus membangun kawasan mirip Nusa Dua di Bali di areal khusus di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah untuk investasi pariwisata. 

Luasnya 309 hektare. Sedang tugas koordinatif adalah membangun kepariwisataan di 30 daerah di Provinsi DIY, Jateng dan Jatim.

Sedang wilayah badan ini di tiga DPN atau Destinasi Pariwisata Nasional. Meliputi Jogjakarta-Borobudur, Semarang-Karimunjawa dan Solo-Sangiran. Empat kabupaten di Jatim ini menempel di DPN Solo-Sangiran.

Menurut Indah, lembaganya beda dengan pengelola taman wisata Candi Borobudur. Satker dari Kemenparenkraf ini butuh PT untuk membantu tugas lembaganya.

Ia mengatakan, pariwisata nasional 90 persen hanya di tiga titik termasuk Bali dan Jakarta. Dikatakan Indah, meski ada Borobudur, namun lama tinggal wisatawan kurang dari sehari. 

Mereka malah lebih suka menginap di Jogjakarta. Sehingga tugas badannya bagaimana wilayah sekitar Borobudur  bisa merasakan manfaatnya.

Maka desa-desa wisata perlu dilengkapi. Apalagi kini sudah ada jalan tol dan bandara. Ia ingin wisatawan yang memiliki uang membelanjakan disana dan menginap sehingga ekonomi kreatifnya bergerak.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved