Berita Malang Hari Ini

Tresno Baturetno Dampit Bakal Jadi Wisata Minat Khusus Karya ITN Malang

Hasil karya KKN Tematik Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang adalah “Tresno Baturetno”.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
Hums ITN Malang
Hasil karya KKN Tematik Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang adalah “Tresno Baturetno”. Ini kelak akan menjadi wisata perminatan terbatas atau wisata minat khusus. Saat ini lokasi ini memasuki tahap finalisasi dan kick-off realisasi gagasan. Lokasinya di Desa Baturetno Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. 
SURYAMALANG.COM|MALANG-Hasil karya KKN Tematik Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang adalah “Tresno Baturetno”.
Ini kelak akan menjadi wisata perminatan terbatas atau wisata minat khusus.
Saat ini lokasi ini memasuki tahap finalisasi dan kick-off realisasi gagasan. Lokasinya di Desa Baturetno Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. 
"Tresno Baturetno” merupakan sistem yang dibuat untuk upaya pengembangan desa berbasis potensi unggul yang akan tergabung dalam paket tour wisata.
Di sini pengunjung bisa belajar secara langsung proses budidaya kopi dari hulu ke hilir serta mengenali Desa Baturetno secara keseluruhan baik dari budaya, alam dan potensi wisatanya. 
"Tresno Baturetno akan menjadi tagline wisata permintaan terbatas Desa Baturetno. Ini merupakan integrasi delapan isu strategis yang ditemukan selama di lapangan.
Ideasi wisata terbatas ini juga berupaya membranding ulang potensi kopi Desa Baturetno yang sudah termasyur nilai historisnya," jelas M Nelza Mulki Iqbal, ST MSc, dosen Arsitektur ITN Malang, Rabu (31/8/2022). 
Selain itu paket wisata tersebut juga mengangkat potensi desa lainnya seperti Gua Payung, Sumber Kotes, produk UMKM, dan industri kayu kopi.
Dengan begitu, hasil risetnya bukan berupa prasasti yang mati. Namun berupa sistem tata kelola wisata desa terintegrasi yang harapannya akan abadi serta dapat mempertahankan potensi desa.
Kopi Baturetno tidak hanya rasanya yang enak, namun juga cerita sejarah yang menyertai keberadaan kopi di Desa Baturetno.
Konon, kopi Baturetno ditanam sejak Belanda masuk di desa ini dan mendirikan Pabrik Kopi Bernama Tretes Panggung 21 sebelum dibumihanguskan pada era agresi militer dan kemerdekaan Indonesia.
Tanah Desa Baturetno yang mengandung kapur diperkirakan menjadi penyebab kopi desa ini memiliki rasa yang berbeda. Selain itu pemdes juga membuat peraturan desa (perdes) tentang petik kopi yang mengatur masa buka tutup panen kopi. Dimana hanya mengambil kopi biji merah. Perdes ini merupakan satu-satunya peraturan desa di Indonesia yang mengatur terkait petik kopi dan dijalankan sejak tahun 1980an. 
Diadakannya wisata minat khusus agar tidak mengganggu kegiatan utama masyarakat desa yang 80 persen merupakan petani kopi. Lokasi ini bisa ditempuh sekitar dua jam dari Kota Malang. Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Baturetno caranya cukup mudah. Pengunjung cukup melakukan reservasi lewat akun Instagram @tresnobaturetno. 
Dengan paket biaya Rp 100 ribu, wisatawan akan mengikuti tour “Sedino De Baturetno” (Sehari di Baturetno). Fasilitas yang didapat berupa tour guide, paket destinasi wisata Baturetno yakni Sumber Kotes, Goa Payung, dan Puncak Tresno. 
Serta paket edukasi kopi dari sejarah kopi Baturetno, proses menanam kopi, mengolah hingga menyajikannya. Paket ini sudah termasuk makan siang, dan cinderamata berupa produk kopi Baturetno dan suvenir dari kayu kopi. Karena ini wisata peminatan terbatas, maka rencananya sehari hanya menerima satu rombongan maksimal 20 orang. 
Untuk sementara reservasi akan dibuka satu minggu dua kali, yaitu pada Sabtu dan Minggu. Wisatawan yang berkunjung akan langsung diarahkan oleh tim dari kelompok sadar wisata Baturetno. "eran kami sendiri adalah menyediakan sistem, alat dasar penyajian kopi, furniture kafe portabel, serta cenderamata dari kayu kopi yang juga didesain oleh mahasiswa,” beber Nelza.
Dibalik kegiatan ini ada kgiatan Tim Riset Destrada (Desain Strategis Desa) yang merupakan bagian dari Hibah Riset Keilmuan (Hibah Riset Desa) yang didanai terbatas oleh Kemendikbudristawk. Skemanya adalah pendanaan satu tahun oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. 
Dana hibah yang diperoleh dikelola oleh dua prodi pengusul yakni Program Studi Arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang. Dekan FTSP ITN Malang Dr Ir Hery Setyobudiarso MSc menjelaskan hibah riset keilmuan KKNT di Desa Baturetno mencoba mengembangkan potensi dari hasil pertanian kopi. 
Hasilnya mahasiswa yang didampingi dosen mampu memunculkan suatu wisata minat khusus sebagai bentuk optimalisasi produk kopi serta potensi geografis desa yang sangat menarik untuk dijadikan tempat kunjungan wisata.

“Kedepannya semoga bisa dipoles lagi menjadi desa yang lebih menarik. Agar wisatawan tertarik untuk datang. Efeknya akan meningkatkan perekonomian warga desa," pungkasnya.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved