Berita Batu Hari Ini

UMKM di Kota Batu Perlu Menjangkau Pemasaran Digital

Pemerintah Kota Batu terus berupaya mendorong optimalisasi digitalisasi bagi UMKM untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing.

suryamalang.com/Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berbicara di hadapan para pelaku UMKM Kota Batu. Ia mendorong agar produk-produk UMKM di Kota Batu bisa menjangkau pemasaran digitalisasi. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Akselerasi digitalisasi UMKM perlu dilakukan untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing.

Untuk itu, Pemerintah Kota Batu terus berupaya mendorong optimalisasi digitalisasi bagi UMKM.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Manusia Setda Kota Batu, Emilyati, mengatakan, Pemerintah Kota Batu telah menyediakan Sistem Informasi Akses Keuangan Daerah Pemerintah Kota Batu (SIKANDA PRABU) dalam rangka mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat Kota Batu.

“Website SIKANDA PRABU sudah terintegrasi dengan Kredit Usaha Rakyat, bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal bisa memanfaatkan fasilitas ini,” kata Emilyati.

Pemerintah Kota Batu juga memiliki Aplikasi Kredit Usaha Rakyat (A-KUR) yang memudahkan pengajuan Kredit Usaha Rakyat hanya melalui gadget dan komputer dengan empat Bank Penyalur KUR yakni BRI, Bank Jatim, Mandiri dan BNI.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan UMKM menjadi salah satu sektor kuat yang bisa membangkitkan perekonomian. Pemasaran digital menjadi salah satu akses bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing.

“Keberadaan UMKM ini menjadi keniscayaan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, mau tidak mau kita harus bisa beradaptasi dengan digital untuk keberlanjutan usaha, baik dari segi pemasaran atau sistem keuangan,” kata Dewanti.

Pemerintah Kota Batu juga telah menyediakan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM, dalam pengembangan usaha, peningkatan kualitas dan pemasaran produk.

Ia mendorong agar UMKM bisa terus memanfaatkan platform e-commerce karena banyak peluang di sana. Transformasi ke digital ini akan membuat pelaku usaha dan pembeli bisa lebih mudah bertransaksi barang dan jasa. Jangkauan pasar juga akan menjadi lebih luas.

Dewanti mengungkapkan sekitar 57,81 persen kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jatim berasal dari sektor UMKM. Mereka melakukan pola pengembangan startup yang bisa langsung dibangun melalui platform digital.

Di Kota Batu sendiri sudah sekitar 2.000 jenis produk dari 54 pelaku UMKM yang telah mendigitalisasikan pemasarannya. Selain itu juga dinaungi oleh platform marketplace.

“Kami juga telah melakukan kerjasama sama sebagai langkah awal UMKM Kota Batu go digital. Di sana setidaknya ada sekitar 100 juta pelanggan aktif dan berpeluang bagi pelaku UMKM," urainya. (Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved