Berita Batu Hari Ini

Biaya Perbankan ke UMKM di Kota Batu Tembus Rp 2 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat selama semester pertama 2022 pembiayaan perbankan yang disalurkan pada sektor UMKM Kota Batu sebesar Rp2

suryamalang.com/Benni Indo
Para pekerja menjemur kentang untuk dijadikan kripik di sebuah tempat pelaku UMKM di Kota Batu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat selama semester pertama 2022 pembiayaan perbankan yang disalurkan pada sektor UMKM Kota Batu sebesar Rp2 triliun. Porsi pembiayaan kredit perbankan yang disalurkan ke sektor UMKM Kota Batu mencapai 70 persen. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat selama semester pertama 2022 pembiayaan perbankan yang disalurkan pada sektor UMKM Kota Batu sebesar Rp2 triliun.

Porsi pembiayaan kredit perbankan yang disalurkan ke sektor UMKM Kota Batu mencapai 70 persen. 

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri mengatakan, penyaluran kredit di Kota Batu tertinggi di Malang Raya. Hal itu menunjukkan jika sektor UMKM sangat potensial mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ini cerminan, mudahnya mengakses layanan keuangan perbankan kepada pelaku UMKM di Kota Batu. Untuk non peforming loan (NPL)-nya kecil di bawah 3 persen," ucap Kasmuri.

Pembiayaan kredit perbankan menurun imbas efek keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Sekalipun begitu, pertumbuhan dana perbankan masih berada di angka positif 4 persen. Perbankan memanfaatkan dana simpanan pihak ketiga sehingga berpengaruh untuk memperkuat pembiayaan kredit perbankan.

Kasmuri mengatakan Kota Batu telah membentuk Tim Percepatan Keuangan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) yang dikukuhkan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko pada 8 April 2021. Tim itu terdiri atas Pemkot Batu, regulator, akademisi, OJK, BI, perbankan dan jasa layanan keuangan. 

Kolaborasi ini membentuk sebuah program kerja yang dapat mendukung pelaksanaan strategi nasional keuangan inklusif (SNKI). Khususnya dalam hal percepatan akses keuangan di daerah serta pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen di akhir tahun 2024. 

"Tim ini berkolaborasi meningkatkan akses melalui inklusi maupun literasi keuangan. Dalam upaya mendorong peningkatan kontribusi sektor jasa keuangan formal terhadap ekonomi produktif. Melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas," papar Kasmuri. (Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved