Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa UM Bikin Mainan Edukatif Buat Belajar Budaya Indonesia Lewat Nusa Susun Menara Balok

Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat mainan edukatif nusa susun menara balok.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat mainan edukatif nusa susun menara balok. Lewat mainan ini, siswa bisa belajar budaya Indonesia. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat mainan edukatif nusa susun menara balok.

Lewat mainan ini, siswa bisa belajar budaya Indonesia.

"Sasaran mainan ini adalah siswa SD kelas 4 dan 6," jelas Naufal Yuan Nabila anggota tim pada suryamalang.com, Jumat (2/9/2022). 

Mainan ini berbentuk balok yang disusun menjadi menara. Di tiap balok ada barcode QR yang bisa diakses dengan HP.

"Cukup pakai scan QR. Kami tidak membuat aplikasi khusua karena biayanya mahal," jawabnya.

Untuk produk pertamanya ini berisi informasi pakaian daerah dari 21 provinsi di Indonesia.

Nanti berencana akan dikembangkan pada provinsi lainnya. Sehingga siswa bisa belajar budaya dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dikatakan banyak konten yang masih bisa dikembangkan. Untuk pengenalan produk ini sudah diujicoba di tiga SD di Kabupaten Malang dan Kota malang.

"Saat saya ikut program asistensi mengajar di Thailand, saya juga mengenalkan produk ini pada siswa SD disana," jelas mahasiswa ini.

Untuk narasi suaranya saat di Thailand dirubah berbahasa Inggris dari bahasa Indonesia.

Untuk memainkan ini bisa antara 3-10 anak. Ide awal pembuatannya dari Uno Stacko.

Biasanya di kafe-kafe hanya buat mainan. Tapi tim memodifikasi sehingga bisa jadi mainan edukatif.

"Respons siswa di Thailand bagus karena ada gambar dan suara. Ini menaikkan antusias mereka," jawabnya.

Bahan dasar balok di dari katalis dan resin. 

Didalamnya ada limbah sedotan untuk  menguatkan konstruksi  balok. Sebab balok adalah ruang kosong yang perlu diisi agar tidak gampang pecah.

Dengan mainan ini, maka siswa tak hanya diberi teori serta tak hanya duduk mendengarkan materi.

Tim nusa susun menara balok yaitu Naufal Yuan Nabila, Nuroh, Naili Hidauati, Rodam Hadid Qot'an dan Andi irawan.

Mereka dari berbagI prodi di UM dan mendapat pembiayaan dari Kemendikbudristek sebagai PKM Kewirausahaan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved