Berita Arema Hari Ini

Aremania Ancam Kosongkan Tribun Stadion Kanjuruhan Jika Almeida Tak Kunjung Dipecat

Aremania mengancam akan vakum mendukung Arema FC alias mengosongkan tribune saat laga kandang

Editor: Eko Darmoko
Foto Arema FC SURYAMALANG.COM/Purwanto
Suporter Arema FC, Aremania memberikan dukungan kepada tim kesayanganya dalam laga lanjutan Liga 1 Arema FC Vs Persija Jkarta yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (28/8/2022). 

SURYAMALANG.COM - Aremania mengancam akan vakum mendukung Arema FC alias mengosongkan tribune saat laga kandang di Stadion Kanjuruhan.

Ancaman ini buntut dari kekecewaan Aremania lantaran aspirasi untuk mengganti pelatih tidak direspon manajemen Arema FC.

Namun, ancaman mengosongkan tribune di laga kandang tak membuat manajemen Arema terlalu khawatir. Pasalnya, ternyata ada hal yang lebih menakutkan dari ancaman Aremania tersebut.

Munculnya ancaman untuk vakum neribun sementara di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu mencuat seiring tuntutan #AlmeidaOut yang tak digubris.

Baca juga: Klasemen Arema FC Setelah Persebaya Kalah dan Madura United Menang, Liga 1 2022 Makin Sengit

Tak sedikit Aremania yang sudah menyuarakan pergantian pelatih Eduardo Almeida, terutama usai kalah 0-1 di kandang dari Persija Jakarta pekan lalu.

Media Officer Arema, Sudarmaji memastikan, manajemen klub tidak tutup mata dan telinga atas kritik, saran, dan masukan dari Aremania.

Mereka pun terus mengevaluasi kinerja pelatih dan pemain sejauh ini sebelum mengambil keputusan.

“Lebih baik Aremania berani bersuara seperti itu. Justru akan lebih menakutkan ketika suporter diam tak memberikan masukan apa pun. Lantas, punya modal dari mana manajemen untuk memutuskan?” kata Sudarmaji dikutip SURYAMALANG.COM dari wearemania.net.

Sudarmaji menambahkan, ancaman Aremania yang bakal kosongkan tribune jika tuntutan #AlmeidaOut dicueki adalah hal wajar. Menurutnya itu bagian dari dinamika suporter.

Pihaknya yakin itu merupakan salah satu bentuk kecintaan Aremania terhadap klub kebanggaannya. Ketika mereka diam saja tak bereaksi atas memburuknya performa tim justru itu yang keliru.

“(Ancaman boikot) itu bagian dari ekspektasi Aremania, rasanya lumrah dalam sepak bola saat kalah di kandang. Misalkan bukan Arema, enam kali menang, tapi satu kali kalah di kandang, pasti ada tekanan semacam itu,” tandasnya.

Update Google News SURYAMALANG.COM

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved