Berita Batu Hari Ini

Jual Solar Rp 8000 Per Liter, Pria di Batu Ditangkap Polisi

Anggota Kepolisian Resor Batu menangkap pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi

suryamalang.com/Benni Indo
Polisi Resor Batu mengamankan seorang pria berinisial WD karena menyalahgunakan BBM bersubdi sehingga menguntungkan kepentingan pribadi. Pria paruh baya ini ditangkap ketika ia hendak mendistribusikan BBM bersubsidi ke pelanggannya. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Anggota Kepolisian Resor Batu menangkap pria berinisial WD karena menyalahgunakan BBM bersubdi sehingga menguntungkan kepentingan pribadi. Pria paruh baya ini ditangkap ketika ia hendak mendistribusikan BBM bersubsidi ke pelanggannya.

Kapolres Batu, Ajun Komisaris Besar Oskar Syamsuddin menyebut, sejumlah pelanggan pelaku adalah pelaku usaha sekelas CV.

Saat ini, polisi tengah mendalami kasus untuk mendapatkan gambaran utuh aliran BBM bersubsidi yang dijual WD.

"Jadi ini dijual keluar, ada yang ke CV. Kami akan telusuri karena ini pelanggaran pidana," ujar Oskar saat gelar rilis di Mapolres Batu, Senin (5/9/2022).

Oskar menegaskan, BBM bersubsidi diperuntukan kepada warga kurang mampu.

Oleh sebab itu, penyalahgunaan terhadapnya adalah pidana. WD disangka menyalahi aturan dan terancam penjara maksimal 6 tahun.  

WD ditangkap pada 30 Agustus di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Modusnya, WD membeli BBM bersubsidi jenis solar di pedagang eceran dan juga SPBU. 

Ia membeli barang-barang bersubsidi itu di luar daerah Malang Raya, yakni di Kandangan, Kabupaten Kediri.

BBM subsidi yang ia beli itu lantas dimasukan ke dalam jeriken yang ia bawa. Jumlah jerikan yang ia bawa pun banyak, menyesuaikan kebutuhan.

Polisi mengamankan 12 jeriken sebagai barang bukti. Sebuah truk juga diamankan oleh polisi sebagai barang bukti. 

WD membawa minyak itu dengan truk yang ia sewa dari seseorang. DW menjual BBM bersubsidi dengan harga Rp 8000, padahal harga aslinya sekitar Rp 5000 an.

"Per hari, ia bisa menjual hingga 50 liter," kata Oskar.

Atas temuan ini, Polres Batu mencoba untuk mencari pelaku lain yang dimungkinkan masih ada di wilayah hukumnya.

Harga BBM yang baru saja naik menjadi momentum penting untuk memperhatikan kondisi masyarakat sehingga tidak ada penyalahgunaan yang dapat mendatangkan keuntungan pribadi bagi segelintir kelompok. (Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved