Berita Surabaya Hari Ini

Perseteruan Kades Sopir Pajero yang Tuduh Polisi Palak Sopir Pickup Rp500 Ribu, Berakhir Damai?

Viral video sopir Pajero Sport menuduh petugas polisi memalak denda tilang seharga Rp500 ribu, bakal berakhir damai

dok.ist
Tangkapan layar video viral sopir mobil Pajero terlibat perseteruan dengan oknum anggota polisi di Tol Lebani, Gresik, Jatim 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Taslim Chairuddin. 

"Kalau diamankan belum (SW). Tetapi tadi, anggota memutuskan melaporkan yang bersangkutan berdasarkan UU ITE karena yang disampaikan melalui video tidak sebagaimana informasi yang sesungguhnya, karena ada tuduhan dan sebagainya," katanya saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Minggu (4/9/2022). 

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, upaya pelaporan hukum tersebut merupakan inisiatif pribadi dari anggotanya; Brigadir SA, setelah viralnya video tersebut. 

Pasalnya, konstruksi informasi dalam video yang terlanjur viral tersebut, dianggap oleh pihak Brigadir SA, jauh dari kebenaran sesungguhnya dari peristiwa yang terjadi pukul 14.00 WIB, di depan Gerbang Tol Lebani, Wringinanom, Gresik, pada Sabtu (3/9/2022). 

Selain itu, perilaku yang dilakukan oleh SW cenderung menyerang nama baik pribadi dan institusi Polri, sebuah instansi tempat berdinas pelapor. 

Narasi sopir mobil Pajero Sport; SW, dalam video tersebut, menyebut bahwa Brigadir SA memalak harga denda tilang Rp500 ribu ke seorang sopir mobil pickup bernopol S-8297-V berinisial PAW (19) warga Bakung Temenggunan, Balong Bendo, Sidoarjo. 

Padahal, ungkap Kombes Pol Taslim, Brigadir SA saat itu, melakukan proses penilangan terhadap pengendara mobil PAW atas dasar sejumlah pelanggaran peraturan lalu lintas. 

Mulai dari, tidak membawa SIM, pelat nopol atau TNKB mobil tersebut sudah tidak berlaku, kemudian tidak membawa buku uji KIR, dan bahkan, saat itu juga tidak membawa STNK. 

Dan, selama proses penindakan tilang tersebut. Brigadir SA tidak meminta uang sepeser pun kepada pihak PAW. 

Melainkan, pihak PAW-lah yang berusaha menyelesaikan perkara pelanggaran hukum berlalu lintas yang dikenainya itu secara damai, dengan menawarkan uang suap atau sogokan, yang pada akhirnya tetap ditolak oleh Brigadir SA. 

"Itu haknya anggota (melapor). Jadi sekarang kalau ditahan, ya enggak ditahan. Kalau diamankan ya belum. Kita belum tahu, tadi sudah dilaporkan. Tunggu saja perkembangan seperti apa," terangnya. 

Kombes Pol Taslim menyebut, Brigadir SA sudah melaporkan insiden tersebut ke pihak Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Minggu (4/9/2022). 

Anggotanya itu, menyertai dokumentasi video yang telah terlanjur viral tersebut, sebagai alat bukti atas upaya pelaporan hukum tersebut. 

Pelaporan tersebut, lanjut Kombes Pol Taslim, dilakukan agar membuat terang dan gamblang, pihak mana dan siapa yang terbukti secara fakta disertai data, melakukan kesalahan. 

Halaman
1234
Sumber: surya.co.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved