Berita Malang Hari Ini

Protes Jalan Rusak, Warga Cemorokandang Kota Malang Pasang Banner

Warga memprotes Pemerintah Kota Malang, karena sudah dua tahun ini jalan Slamet Temboro rusak dan tak kunjung diperbaiki

suryamalang.com/rifky
Warga RW 03 Kelurahan Cemorokandang Kota Malang memasang banner protes, lantaran jalan di kampungnya tak kunjung diperbaiki oleh Pemkot Malang 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Warga RW 03 Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang memasang banner protes terkait jalan rusak di Jalan Slamet Temboro, Senin (5/9/202) kemarin.

Pemasangan banner tersebut sebagai ungkapan protes warga terhadap Pemerintah Kota Malang, karena sudah dua tahun ini jalan Slamet Temboro rusak dan tidak diperbaiki.

Banner tersebut bertuliskan 'jalan ini akan segera dibangun, tapi mboh kapan, raonok perhatian (tapi tidak tahu kapan, karena tidak ada perhatian).

Warga setempat mengatakan, bahwa jalan rusak di kampungnya ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu.

Hal ini imbas dari perbaikan Jalan Raya Cemorokandang, di mana banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang dialihkan untuk melewati jalan kampung sebagai jalan alternatif pada 2020 kemarin.

Lantas, akibat adanya pengalihan arus lalu lintas tersebut, jalan yang ada di kampung mengalami rusak parah, dan belum ada perbaikan hingga saat ini.

"Kejadian ini sudah 2020 lalu. Saat itu kami sudah berkirim surat permohonan ke pak Wali dan Dinas PU agar jalan ini diperbaiki. Tapi hingga dua tahun ini belum ada respons," ucap Wandhok, Sekretaris RW 03 Kelurahan Cemorokandang, Selasa (6/9/2022).

Selain melapor kepada eksekutif, warga juga beberapa kali wadul ke anggota DPRD Kota Malang, namun juga belum mendapatkan respons.

Melihat hal tersebut, membuat warga berinsiatif untuk memasang banner, sebagai bentuk protes, agar jalan Slamet Temboro segara diperbaiki.

Total ada delapan RT dari RW 01 dan RW 03 Kelurahan Cemorokandang, yang terdampak jalan rusak dengan panjang sekitar 800 meter.

Warga pun mengeluh, karena aktifitasnya terhambat akibat jalan rusak tersebut.

"Yang jelas, aktifitas warga terganggu. Banyak warga yang terpelosok dan jatuh. Kemudian pipa Hippam kami juga banyak yang tergencet, karena menahan beban berat kendaraan yang melintas pada saat itu," ujarnya.

Wandhok, bersama warga yang terdampak jalan rusak ini berharap, agar jalan di kampungnya ini segera mendapatkan perhatian dari Pemkot Malang.

Mereka menagih janji Pemkot Malang dan meminta pertanggungjawaban, atas dampak yang ditimbulkan dari perbaikan jalan di Jalan Raya Cemorokandang pada 2020 kemarin.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved