Berita Batu Hari Ini

10 Peristiwa Janggal dalam Kasus Bos Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu Versi Pengacara

Hotma Sitompul mengatakan kliennya belum bisa disebut bersalah karena masih ada tahapan banding pasca vonis 12 tahun.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pengacara Julianto Eka Putra, Hotma Sitompul. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pengacara Julianto Eka Putra, Hotma Sitompul mengatakan kliennya belum bisa disebut bersalah karena masih ada tahapan banding pasca vonis 12 tahun.

Katanya, selama belum ada putusan banding hingga tingkat MA, kliennya tidak bersalah.

"Hari ini penandatangan permohonan banding telah kami lakukan. Banyak hal-hal yang bisa kami lakukan untuk banding. Kami hormati putusan pengadilan," ungkapnya.

Menurutnya, selama belum ada putusan dari MA, kliennya tidak bisa disebut bersalah. Ia pun mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang mencoba untuk mempengaruhi opini publik atas putusan di tingkat PN Malang.

"Kami menghormati majelis, tapi terdakwa punya hak untuk banding. Kedua dengan banding, maka putusan PN tidak punya kekuatan hukum tetap. Ada 10 saksi yang kami hadirkan, tapi dikesampingkan. Pertimbangan yang masuk akal akan dilampirkan melalui memori banding," paparnya. 

Sementara itu, pengacara Jeffry Simatupang mencatat ada 10 poin kejanggalan kasus.

Pertama, kasus tersebut dilaporkan setelah 12 tahun berlalu. Sepanjang itu, pelapor masih berada di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI)

"Tidak ada hal aneh yang terjadi selama itu," ujarnya.

Poin kedua menurut Jeffry ialah tidak ada bukti nyata yang ditunjukan selama persidangan.

Bukti-bukti di persidangan hanya sebatas cerita menurutnya. 

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved