Berita Malang Hari Ini

Begini Respon Komnas PA atas Putusan Hakim PN Malang

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menilai putusan hakim terhadap Julianto Eka selama 12 tahun cukup adil.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Para jurnalis merekam dan mengikuti jalannya persidangan putusan atas terdakwa Julianto Eka di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Rabu (7/9/2022). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menilai putusan hakim Pengadilan Negeri Malang terhadap Julianto Eka selama 12 tahun cukup adil.

Menurutnya, putusan ini membuktikan bahwa kasus pelecehan seksual, meskipun telah terjadi 10 tahun lebih bisa diproses di meja hijau.

"Ini adalah peristiwa yang sungguh-sungguh sekalipun telah berlalu 10 tahun lebih, majelis hakim bisa memutuskan secara adil. Itulah suara kebenaran dan keadilan," katanya, Rabu (7/9/2022). 

Arist berterima kasih ke Jaksa Penuntut Umum karena menurutnya secara detail dan sabar bisa mencatat kronologi sesuai undang-undang sehingga dalil terdakwa ditolak oleh majelis hakim. Ia berharap, atas putusan tersebut, tidak ada lagi pelaku yang dihukum ringan. 

Jaksa Penuntut Umum Yogi Sudarsono mengatakan pihaknya mengambil sikap pikir-pikir setelah adanya putusan vonis. Pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu putusan hakim yang menjatuhkan vonis 12 thun terhadap JE.

"Terhadap sikap kami, tentunya dibatasi waktu 7 hari. Kami pelajari dulu putusannya setelah itu kami tentukan sikap," ungkapnya.

Jaksa tidak kecewa terhadap putusan yang telah diambil oleh hakim PN Malang.

Menurutnya, putusan tersebut berdasarkan pertimbangan hukum yang mendalam.

"Kami tidak kecewa atau apa, tapi ya sudah. Majelis hakim juga sudah menjatuhkan putusan berdasarkan pertimbangan. Masing-masing pihak harus menghargai dan menghormati putusan itu. Tunggu saja putusan lengkapnya seperti apa," terangnya.

Sidang perkara dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu dengan agenda pembacaan putusan, selesai digelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang), Rabu (7/9/2022) siang.

Sidang digelar di Ruang Sidang Cakra PN Malang secara terbuka. Sidang dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.35 WIB.

Terdakwa Julianto Eka mengikuti jalannya persidangan secara virtual dari Lapas Kelas I Malang. Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim, Harlina Rayes menyatakan bahwa terdakwa JE terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melanggar Pasal 81 ayat (2) UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Oleh karena itu, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 12 tahun dengan denda Rp 300 juta. Dengan ketentuan, apabila tidak bisa membayar denda maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ujarnya di dalam persidangan.

Selain vonis penjara, terdakwa JE juga diharuskan membayar restitusi kepada korbannya yang berinisial SDS, sebesar Rp 44.744.623.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved