Berita Malang Hari Ini

Seleksi Masuk PTN Ada Perubahan, Rektor UM: Tujuannya Baik Untuk Dapatkan Mahasiswa Berkualitas

Kemendikbudristek telah mengeluarkan Permendikbudristek No 48/2022 tentang penerimaan maba program diploma, sarjana di PTN tahun 2023

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Mahasiswa baru (maba) Politeknik Negeri Malang (Polinema) angkatan 2022 saat mengikuti kuliah umum yang menghadirkan Menko PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP beberapa waktu lalu.  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kemendikbudristek telah mengeluarkan Permendikbudristek No 48/2022 tentang penerimaan maba program diploma, sarjana di PTN tahun 2023 yang diundangkan pada 5 September 2022.

Menurut Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr AH Rofi'uddin MPd, PTN mendukung keputusan itu.

"Apalagi kan sudah ada peraturan menterinya. PTN akan support. Di aturannya juga tetap ada tiga jalur. Saya kira ini untuk kebaikkan sehingga PTN mendapatkan mahasiswa yang berkualitas," jelas Rektor UM pada suryamalang.com akhir pekan ini.

Dikatakan hal ini sudah diberitahukan juga pada forum rektor. Dalam seleksi masuk PTN tetap ada tiga jalur.

Namun ada perubahan nama yaitu di pasal 6 disebutkan ada seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNMPTN), seleksi tes terstandar berdasar berbasis komputer (UTBK-SBMPTN) dan seleksi mandiri oleh PTN.

Dalam tes SBMPTN tak ada lagi TPA (Tes Potensi Akademik).

Tapi hanya TPS yang mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi 
dalam bahasa Inggris.

Dalam tes itu dapat diselenggarakan beberapa kali dalam tahun berjalan. Dan setiap calon mahasiswa dapat menempuh paling banyak 2 (dua) kali seleksi nasional berdasarkan tes.

Di tes ini, PTN dapat menambahkan persyaratan portofolio untuk Program Studi seni dan Program Studi olahraga.

Dan PTN dapat menambahkan persyaratan selain portofolio untuk prodi tertentu yang membutuhkan keterampilan spesifik.

Untuk tambahan persyaratan itu, PTN harus mengajukan ke Kementerian. Sedang untuk seleksi mandiri oleh PTN harus lewat seleksi akademis dan dilarang dikaitkan dengan tujuan komersial.

Dalam peraturan itu, tata cara seleksinya, PTN mengumumkan tata cara seleksi kepada masyarakat yang paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut.

Yaitu jumlah calon Mahasiswa yang akan diterima di tiap prodi.

Sedang metode tesnya terdiri atas tes secara mandiri, kerja sama tes melalui konsorsium perguruan tinggi, memanfaatkan nilai dari hasil seleksi nasional berdasarkan tes dan/atau metode penilaian calon mahasiswa lainnya yang diperlukan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved