BRI Terbangkan Aksesoris Fesyen Daur Ulang ke Pasar Tong Tong Belanda

UMKM asal Solo, Jawa Tengah, Loosewood menjadi salah satu produk yang terpilih meramaikan event internasional Pasar Tong Tong di Belanda.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Zainuddin
BRI Group
UMKM asal Solo, Loosewood meramaikan event internasional Pasar Tong Tong di Belanda. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Solo, Jawa Tengah, Loosewood menjadi salah satu produk yang terpilih meramaikan event internasional Pasar Tong Tong di Belanda.

UMKM alumnus ajang BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR ini memiliki keunikan produk aksesoris fesyen dengan bahan daur ulang papan skateboard.

Seperti diketahui, acara BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk mengangkat dan mendukung para pelaku UMKM nasional agar naik kelas.

Andhika Praditya, founder dari Loosewood mengungkapkan, BRI telah membukakan pintu bagi usahanya untuk berekspansi dan memperluas pasar hingga go global.

“Saya pernah mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Dari acara itu mendapat tawaran dari BRI untuk mengikuti pameran di luar negeri,” ujarnya.

Adapun di acara Pasar Tong Tong, produk Loosewood yang dipamerkan adalah aksesoris seperti anting dan kalung, hingga kaca mata serta jam tangan.

Setiap produk Loosewood memiliki kekhasan dan berbeda antara satu dan yang lainnya karena merupakan hasil dari daur ulang dari papan skateboard yang beragam warnanya.

Awal mula tercetus ide membuat aksesoris fesyen, berawal dari hobi bermain skateboard sejak 2009 ketika Andhika duduk di bangku SMA. Ia menyayangkan, saat itu sering melihat papan skateboard yang rusak dibuang begitu saja.

“Dari situ, saya ingin memanfaatkan papan skateboard yang rusak untuk diolah menjadi bahan baku. Karakter papan skateboard itu warna warni, agak unik juga,” ungkapnya.

Kemudian, pada 2015 Andhika yang masih berstatus sebagai mahasiswa desain grafis di Universitas Sebelas Maret itu mulai melakukan riset untuk pengolahan dan menghasilkan produk awal cincin dan gantungan kunci.

Berlanjut pada akhir 2018, Andhika membuat produk baru, yaitu kaca mata dan jam tangan.

Menurutnya, dengan berbahan dasar papan skateboard usang, kaca mata dan jam tangan terlihat lebih unik.

Untuk harga, aksesoris seperti anting dan cincin dibanderol mulai Rp.100 ribu, sedangkan jam tangan Rp.400 ribu dan kaca mata Rp.700 ribu.

Harga akan semakin tinggi jika ada permintaan khusus, seperti kaca mata dengan lensa tertentu.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved