Berita Magetan Hari Ini

Dugaan Pungli Oleh Komite SMAN 1 Maospati Magetan Hampir Rp 1 Miliar, Kepala Sekolah Angkat Tangan

Dugaan Pungli di SMAN 1 Maospati itu disebut berupa permintaan pengurus Komite Sekolah yang nilai totalnya mencapai hampir Rp 1 miliar.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Doni Prasetyo
Kepala SMAN 1 Maospati, Kabupaten Magetan, Hari Amanto saat di konfirmasi mengaku tidak tahu pungutan yang dilakukan Komite Sekolah, karena itu sepenuhnya hak Komite. 

SURYAMALANG.COM , MAGETAN - Dugaan adanya Pungli atau Pungutan Liar yang harus dibayar wali murid terjadi di SMAN 1 Maospati, Kabupaten Magetan.

Pungli itu disebut berupa permintaan pengurus Komite Sekolah yang nilai totalnya mencapai hampir Rp 1 miliar.

Ironisnya, pihak sekolah mengaku tidak tahu permintaan Komite Sekolah kepada orangtua wali murid itu.

Padahal permintaan anggaran dengan dalih untuk kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar itu dilakukan di gedung pertemuan SMAN 1 Maospati, dihadiri Bagian Humas Sekolah setempat.

"Kemungkinan orangtua wali murid murid sudah ada yang bayar. Kita tahu surat undangan rapat dengan rincian anggaran kebutuhan yang dibuat Komite Sekolah sudah beredar,"kata Sarjanto Hari Purnomo, dari Lembaga Swadaya Masyarakat Kresna, Kabupaten Magetan kepada Suryamalang.com, Selasa (13/9/2022).

Menurut Sarjanto, surat undangan rapat yang diterima orangtua wali murid hanya ditandatangani, Ketua Komite dan Bendahara.

Kepala Sekolah SMAN 1 Maospati, tidak tandatangan atau tidak ikut mengundang rapat yang membicarakan program sekolah itu.

"Mestinya, apa yang dibutuhkan sekolah, Kepala Sekolah (Kasek) mengajukan program sekolah itu ke pemerintah, bukan ke Komite. Kalau ke Komite Sekolah yang jluntrungnya pungli ke orangtua wali murid, itu dilarang Undang undang,"ujarnya.

Diketahui , pungutan yang dilakukan kepada orangtua wali murid dari kelas X, XI, XII itu telah diurai rinciannya , untuk pembelian tanah Rp 550 juta, pembuatan taman Barat lapangan futsal Rp 20 juta, biaya perawatan 1 unit mobil dan 1 unit motor Rp 10 juta, pengecatan Pos Satpam Rp 10 juta.

Untuk Bidang Kurikulum Rp 91.45 juta, Bidang Kesiswaan Rp 133, 78 juta, Bidang Kehumasan Rp 158, 77 juta, total anggaran yang diminta  Komite dan sekolah kepada orangtua wali murid sebesar Rp 975 juta.

"Semua yang dilakukan Komite dan SMAN 1 Maospati itu melanggar Permen Dikbud nomor 75 tahun 2016 pasal 6 - 12. Tidak hanya itu, pengadaan tanah mestinya, kepanitiannya melibatkan orangtua wali murid, ini tidak. Ini pungli,"kata Sarjanto Hari Purnomo.

Kepala SMAN 1 Maospati, Kabupaten Magetan Hari Amanto, mengaku tidak tahu adanya permintaan dana yang dilakukan Komite SMAN 1 Maospati itu, semua dilakukan Komite dan otangtua wali murid.

"Saya hanya mengajukan program, kemudian Komite Sekolah yang mengumpulkan orangtua siswa. Soal penyebaran surat undangan untuk penggalian dana itu, urusan Komite. Saya hanya diberitahu Ketua Komite secara lisan,"kata Hari Amanto Kepala SMAN 1, Maospati, Magetan, seperti tidak tahu.

Namun, Hari Amanto, Kepala SMAN 1 Maospati menolak ketika diminta mempertemukan reporter Suryamalang.com dengan Ketua Komite Sekolah yang punya ide penggalian dana sumbangan peningkatan Kegiatan Belajar Mengajar itu.

"Ketua Komite, ke Jakarta. Keseharian beliau adalah kontraktor, mungkin nanti kalau sudah ada, anda saya hubungi,"tandas Kepala Sekolah Hari Amanato.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved