Berita Tulungagung Hari Ini

Empat Bapak-bapak di Tulungagung Ini Ditangkap saat Asik Main Judi Labi-labi

Empat orang laki-laki setengah baya ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Ngunut karena bermain judi labi-lagi

Dokpol
Barang bukti kartu remi dan uang uang disita polisi. 

SURYAMALANG.COM|TULUNGAGUNG - Empat orang laki-laki setengah baya ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Ngunut, Senin (12/9/2022).

Saat ditangkap mereka diduga tengah melakukan aktivitas perjudian di Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut.

Menurut Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M anshori, sebelumnya ada aduan dari masyarakat terkait adanya aktivitas perjudian di Desa Pulotondo.

"Dari hasil penyelidikan, memang ada sejumlah laki-laki yang sengaja datang ke sebuah rumah untuk berjudi," terang Anshori, Selasa (13/9/2022).

Aktivitas perjudian ini dilakukan menjelang petang, sehingga tidak terlalu mencolok.  

Setelah  memastikan aktivitas perjudian sedang berlangsung, polisi melakukan penggerebekan.

Saat itu ada empat orang dari berbagai desa yang sedang menggelar judi labi-labi

Mereka adalah  S (57) selaku tuan rumah, SU (59) warga Desa Kromasan Kecamatan Ngunut,  SUK (56) warga Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan, dan K (54) warga Desa Wates  Kecamatan Campurdarat.

"Mereka tidak bisa mengelak karena tertangkap tangan saat melakukan perjudian," sambung Anshori.

Dari mereka polisi menyita dua set kartu remi yang dipakai sarana bermain judi.

Lalu ada uang tunai Rp 465.000 yang dipakai taruhan selama permainan judi.

Empat sekawan ini dibawa ke Mapolsek Ngunut untuk menjalani proses hukum.

"Empat orang ini telah ditingkatkan statusnya sebagai tersangka. Terhadap para tersangka juga dilakukan penahanan," tegas Anshori.

Masih menurut Anshori, apa yang dilakukan empat orang ini telah membuat warga sekitar resah.

Warga yang tidak terima lingkungannya dipakai lokasi perjudian akhirnya membuat pengaduan.

Kepada para tersangka, penyidik menjerat mereka dengan pasal  303 KUHPidana tentang  perjudian

Jika terbukti bersalah di pengadilan, mereka terancam hukuman selama 10 tahun dan pidana denda paling  banyak Rp 25 juta.

Sumber: surya.co.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved