Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa Fakultas Psikologi UMM Dikirim ke Malaysia untuk Bantu Migran Indonesia

Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Psikologi UMM diberangkatkan ke Malaysia untuk mengikuti program Seco Social Support for Migrant Workers.

Humas UMM
Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diberangkatkan ke Malaysia untuk mengikuti program Seco Social Support for Migrant Workers. Tiap tim menghabiskan waktu selama dua hingga tiga minggu untuk melaksanakan programnya. Ada dua tim yang diberangkatkan kesana. Tim pertama berangkat pada Senin (12/9/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG- Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diberangkatkan ke Malaysia untuk mengikuti program Seco Social Support for Migrant Workers.

Setiap tim menghabiskan waktu selama dua hingga tiga minggu untuk  melaksanakan programnya.

Ada dua tim yang diberangkatkan ke Malaysia. Tim pertama berangkat pada Senin (12/9/2022).

"Selamat belajar di negara orang. Cari sebanyak mungkin pengalaman dan jangan lupa kalian membawa nama UMM disana. Semangat terus dan yang terpenting jangan lupa untuk mengabari serta meminta doa restu kepada orang tua,” pesan Rektor UMM Dr Fauzan MPd dalam rilis humas UMM, Selasa (13/9/2022).

Menurut Rektor, program seperti ini mampu meningkatkan kapasitas skill dan juga meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa.

Ia berharap program ini tak hanya ke Malaysia, namun juga bisa ke negara lain. Sedang Muhammad Fath Mashuri SPsi MA, dosen psikologi dan juga pendamping mengatakan tujuan dari program ini yaitu untuk memberikan dukungan psikologis kepada pekerja migran Indonesia yang ada di kedutaan. 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UMM dengan Kedutaan Indonesia. Mahasiswa yang ikut program ini nantinya akan dikonversi nilainya ke dalam mata kuliah.

Sebab merek sudah mempraktikkan asesmen dan intervensi psikologis. 14 Mahasiswa itu dibagi dua tim. Tim pertama telah berangkat pada 12 September 2022.

Mereka akan berada di sana selama dua pekan untuk melakukan riset atau asesmen mengenai permasalahan apa saja yang dialami pekerja migran di Malaysia.

Selanjutnya, setelah tim pertama melaporkan asesmennya, maka tim kedua merancang program dan akan  berangkat pada 3 Oktober 2022 untuk mengaplikasikan rencana yang telah dibuat. 

Sejalan dengan apa yang diharapkan Rektor UMM, Fath juga berharap bisa melebarkan program ini ke berbagai tempat untuk memberikan dukungan psikologis bagi pekerja migran Indonesia.

Sehingga manfaatnya bisa diberikan dan dirasakan banyak pihak. Salah satu mahasiswa psikologi Silbia Opnia Rista mengaku beruntung bisa ikut serta.

Apalagi program ini bertaraf internasional sehingga bisa memberikan banyak pengalaman baginya.

“Jadi saya tidak hanya belajar ilmunya saja. Tapi benar-benar bisa mengaplikasikannya di masyarakat. Semoga apa yang saya lakukan di sana bisa memberikan manfaat bagi para migran Indonesia,” harapanya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved