Berita Malang Hari Ini

Perumda Tugu Tirta Kota Malang dan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Lanjutkan Kerja Sama

Perumda Tugu Tirta Kota Malang dan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang sepakat melanjutkan kerja sama pemanfaatan mata air Sumber Pitu.

Perumda Tugu Tirta
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas dan Perumda Tugu Tirta Kanjuruhan menunjukkan hasil kesepakatan bersama terkait pemanfaatan mata air Sumber Pitu 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Perumda Tugu Tirta Kota Malang dan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang sepakat melanjutkan kerja sama pemanfaatan mata air Sumber Pitu.

Ada tiga poin dalam kesepakatan tersebut, yaitu:

Pertama, Perumda Tugu Tirta Kota Malang akan membayar biaya operasional atas pemanfaatan air minum curah yang digunakan sejak berakhirnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) terdahulu setelah mendapat Lega Assistance dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Kedua, Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dan Perumda Tugu Tirta Kota Malang sepakat melanjutkan Kerjasama Pemanfaatan Air Baku Sumber Pitu Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang dengan mekanisme B to B (Bussiness fo Bussiness).

Penyusunan PKS sambil menunggu hasil Legal Opinion dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim).

Ketiga, Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang akan melanjutkan dan menyalurkan produksi air minum curah kepada Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

"Segel di tandon Simpar sudah dibuka dan layanan air ke warga sudah teraliri," ucap M Nor Muhlas, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (14/9/2022).

Perumda Tugu Tirta masih mengunggu legal opinion (pendapat hukum) dari Kejati Jatim terkait biaya operasional yang harus dibayarkan.

Hasil dari legal opinion ini akan menentukan mekanisme pembayaran, mulai daari besaran biaya sampai tujuan pembayaran.

Sebab, perjanjian kerja sama antara Perumda Tugu Tirta dengan Perumda Tirta Kanjuruhan telah berakhir sejak September 2019.

Sejak perjanjian kerja sama itu selesai, Perumda Tugu Tirta belum membayar biaya operasional.

"Bukan berarti kami tidak mau membayar. Kalau kerja sama sudah berakhir, kami harus menyesuaikan dengan perubahan aturan."

"Karena ada legal asistance yang bisa dijadikan legitimasi hukum untuk dijadikan perjanjian. Dan kami juga menunggu hasil legal opinionnya," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved