Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa UB Ciptakan E-dection, Alat Preventif Hipertensi dan Hiperkolesterolemia

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan E-detection, alat preventif hipertensi dan hiperkolesterolemia bagi penderita stroke ringan.

suryamalang/sylvi
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan E-detection, alat preventif hipertensi dan hiperkolesterolemia bagi penderita stroke ringan. Alat prototipe ini berbasis IoT dengan menggunakan metode machine learning.E-dection terdiri dari smart band dan smart pillow yang dapat memberikan fungsi pemantauan serta intervensi mandiri secara dini. 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan E-detection, alat preventif hipertensi dan hiperkolesterolemia bagi penderita stroke ringan.

Alat prototipe ini berbasis IoT dengan menggunakan metode machine learning.E-dection terdiri dari smart band dan smart pillow yang dapat memberikan fungsi pemantauan serta intervensi mandiri secara dini.

"E-detection memiliki dua alat. Yaitu smart band untuk sistem monitoring seperti tekanan darah, gula darah dan denyut nadi. Serta smart pillow dimana ada therapy thermal untuk menurunkan risiko pada pasien yang memiliki riwayat stroke ringan," jelas M Dwi Nur Afini, mahasiswa Teknik Elektro FT UB angkatan 2020 pada suryamalang.com beberapa waktu lalu. 

Untuk terapi yang memakai smart pillow dipakai saat membutuhkan. Jika smart band bisa dipakai selama 24 jam.

Jika dalam kondisi upnormal, sudah disetting bisa ngelink dengan WA dokter pasien lewat aplikasi yang dibuatkan.

Alasan membuat alat ini karena kondisi masyarakat yang kurang memperhatikan kondisi diri.

Sehingga bisa tiba-tiba ada kejadian pembuluh darah pecah. Alat Ini untuk monitoring pada tubuhnya. Dikatakan, dalam smart pillow ada karbon fiber sebagai alat terapi untuk memanaskan di bagian leher. Sebab pecahnya pembuluh darah di otak sumbernya di leher. Jika diterapi, maka menurunkan tekanan darah dan kolesterolnya.

"Kami sudah ujicoba pada tiga orang," kata Abimanyu Awanda R, mahasiswa FK UB angkatan 2019 ini.

Pertama berusia 50 an tahun yang memiliki riwayat stroke ringan dan pernah ada rasa lemas di tangan. Ia juga memiliki kadar kolesterol tinggi, 400 mg/dl.

Setelah dintervensi seminggu dengan penggunaan sehari 15- 20 menit, hasil uji labnya turun menjadi 200 mg/dl.


"Ibu itu tidak minum obat. Tapi hanya mengatur pola makanya," kata Abim.  Selain itu juga diujicoba pada dua orang yang usianya kufa namun memiliki riwayat hipertensi dan kolesterol. Setelah terapi, mengalami penurunan. Ir Nurussa’adah MT, dosen pembimbing mereka menyebutkan pembuatan alat ini untuk PKM Karsa Cipta.


"Semoga masuk pimnas. Harapan kami, inovasi ini bisa memberikan sumbangsih pada bangsa. Alat ini akan jauh lebih murah dan bisa dipakai terapi  di rumah. Kami berharap kedepannya bisa membantu kualitas kesehatan masyarakat," kata dosen ini. Stroke merupakan kejadian klinis akut yang berhubungan dengan gangguan sirkulasi otak.


Faktor risiko utama penyebab stroke adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, dan kadar glukosa darah tinggi. Peningkatan mortalitas dan morbiditas stroke disebabkan karena kurangnya pemantuan dan intervensi dini pada penderitanya. Sylvianita Widyawati

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved