Berita Malang Hari Ini

Penataan Kayutangan Heritage Kota Malang, Bermula dari Koridor Gelap Menuju Alun-alun

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko berupaya memoles kembali wajah Kayutangan agar kembali bergairah.

SURYAMALANG.COM/Purwanto
Aktivitas di Kayutangan, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG -  Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko berupaya memoles kembali wajah Kayutangan agar kembali bergairah.

Ide untuk melakukan revitalisasi kawasan Kayutangan Heritage tercetus sejak 2019 silam.

Tepat setahun, kedua orang tersebut memimpin Kota Malang.

Keinginan untuk kembali menghidupkan Kayutangan bagian dari ide besar untuk perbaikan wajah kota keseluruhan.

Jalan Basuki Rahmat Kayutangan merupakan sebuah koridor yang terhubung langsung ke Alun-Alun Kota Malang.

Bahkan, koridor tersebut memanjang, mulai dari utara (Arjosari) dan berakhir ke Alun-Alun kota.

"Dari situlah kemudian dilakukannya revitalisasi kawasan Kayutangan ini. Soalnya kalau malam mesti gelap. Gak ada gairahnya. Padahal Kayutangan ini titik terakhir menuju ke Alun-Alun Kota Malang," ucap Diah Ayu Kusuma Dewi, Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM.

Diah menjelaskan, proses pengerjaan Kayutangan Heritage ini dibagi ke dalam tiga zona.

Zona satu dan dua telah tuntas dikerjakan pada 2021.

Saat itu, proses pengerjaan menggunakan anggaran APBN melalui program Kotaku senilai Rp 23 Miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan kawasan kumuh di tiga wilayah. Yakni Kauman, Polehan dan Kayutangan.

Sedangkan zona tiga saat ini sedang proses pengerjaan dengan anggaran Rp 5 miliar dari APBD 2022.

"Untuk zona tiga ini targetnya akhir November 2022 selesai. Saat ini baru 38 persen, dan masih fokus di pelebaran pedestrian jalan," ujarnya.

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved