Berita Malang Hari Ini

Wali Kota Malang Belum Pikirkan Ganti Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Dinas, Dianggap Terlalu Mahal

Wali Kota Malang, Sutiaji belum terpikirkan untuk mengganti mobil listrik sebagai kendaraan dinasnya.

Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI - Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Pertamina di Kawasan Fatmawati Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2020). Wali Kota Malang, Sutiaji belum terpikirkan untuk mengganti mobil listrik sebagai kendaraan dinasnya. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji belum terpikirkan untuk mengganti mobil listrik sebagai kendaraan dinasnya.

Saat ini, Sutiaji masih menggunakan mobil dinas Toyota Camry Hybrid yang menggunakan BBM.

Sutiaji menyampaikan, untuk mengganti ke mobil listrik ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. 

"Sebenarnya kalau uangnya ada ya siap. Tapi kan gak nutut dengan anggaran kita. Kalau ada yang murah ya mau saja," ucapnya kepada Surya.

Seperti dilansir dari suryamalang.com, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di instansi pemerintah pusat dan daerah pada 13 September 2022.

Ke depan, para pejabat di instansi pemerintah diminta untuk menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan operasional dinas.

"Kalau Surabaya memungkinkan mas. Kenapa? Karena APBD nya sudah Rp 11 triliun. Di kami maunya begitu. Saya kemarin ngobrol-ngobrol, kalau membikinkan di harga Rp 500-600 jutaan itu kita mungkin akan beralih ke mobil listrik. Problemnya hanya di harga," ujarnya.

Meski demikian, pria kelahiran Lamongan juga turut memantau harga-harga mobil listrik di Pasaran.

"Mobil listrik itu termurah masih di angka Rp 800 juta. Apalagi Pak Sek maunya Tesla yang computerize. Rp 1,5 miliar itu yang biasa, yang autopilot. Yang bagusan Rp 2,2 miliar," terangnya.

Dia juga mempersilahkan bagi warga Malang untuk beralih menggunakan mobil listrik, seandainya memiliki rezeki lebih.

"Kalau masyarakatnya, monggo (beralih menggunakan kendaraan listrik). Karena selain harganya yang tinggi, kedua masalah ada di charge," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved