Berita Malang Hari Ini

Pelaku Usaha Persewaan Mobil di Kota Malang Kehilangan 3 Mobilnya Sekaligus

Pengusaha persewaan mobil di Kota Malang, Lima Mawardi laporkan dugaan tindak pidana penggelapan mobil

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pengusaha persewaan mobil di Kota Malang, Lima Mawardi (baju kuning) laporkan dugaan tindak pidana penggelapan mobil miliknya ke Kepolisian Resort (Polresta) Malang Kota. Laporan ini dilayangkan oleh Lima melalui kuasa hukumnya Dalu E Prasetyo dan Muhammad Calvin Alfarizy. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pengusaha persewaan mobil di Kota Malang, Lima Mawardi laporkan dugaan tindak pidana penggelapan mobil miliknya ke Kepolisian Resort (Polresta) Malang Kota.

Laporan ini dilayangkan oleh Lima melalui kuasa hukumnya Dalu E Prasetyo dan Muhammad Calvin Alfarizy.

Korban kehilangan tiga unit mobil. Mobilnya diduga kuat dibawa lari oleh salah satu penyewa berinisial HN, seorang warga yang berdomisili di sekitaran Pasar Besar Kota Malang.

Dalu Prasetyo saat dikonfimasi media, mengatakan, kronologi penggelapan tiga unit mobil milik kliennyennya ini bermula dari penyewaan mobil yang dilakukan oleh terlapor HN pada April 2022.

"Pada bulan pertama tidak ada masalah dan berjalan dengan baik, akan tetapi masuk pada bulan ke dua, pembayaran persewaan mulai mengalami keterlambatan hingga pada bulan ketiga, HN tidak bisa dihubungi lagi atau loss contact," kata Dalu.

Daluh membeberkan, tiga unit mobil yang diduga digelapkan oleh HN terdiri atas Honda Brio, Avanza dan Suzuki R3.

"Setelah 3 unit kendraan ini hilang dan klien kami melakukan pengecekan GPS, ditemukan sinyal dari unit Honda Brio di Tajinan Kabupaten Malang dan unit tersebut sementara dikuasai saudara RK. Namun, ketika klien kami coba mendatangi pada hari pertama, klien kami mendapati unitnya ada disana dengan kondisi Ban Mobilnya kempes," terangnya.

Dijelaskan Dalu, RK sempat bersitegang dan hampir terjadi benturan fisik. Guna menghindari benturan fisik,

Dalu menerangkan, kliennya memilih pulang dan dilanjutkan besoknya. Komunikasi antara kliennya dengan RK cukup alot ada pertemuan kedua.

"Dalam pertemuan tersebut saudara RK mengaku menerima unit tersebut dari HN dan meminta Rp 15 Juta agar unit tersebut dikeluarkan. Akan tetapi klien kami keberatan," ungkapnya.

Tidak ada titik temu. Dua hari pasca itu, sinyal GPS unit honda brio hilang dan diduga sengaja dirusak.

Lima Mawardi berharap pihak kepolisian bisa membantu memulangkan tiga mobio miliknya yang dibawa lari.

"Harapan saya ya semoga tiga unit mobil saya bisa segera kembali dan kami mempercayai itu kepada bapak-bapak kepolisian," singkatnya.

Lima Mawardi pada kesempatan ini juga sempat membeberkan, pelaku HN dalam aksinya diduga telah berhasil menggelapkan sujumlah 31 unit mobil rental milik para agen renatalan mobil di Malang Raya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved