Berita Arema Hari Ini

Stamina Pemain Arema FC Gampang Lelah, Dokter Nanang Tri Wahyudi Beberkan Penyebabnya

Jelang pekan 10 Liga 1 2022 menghadapi tuan rumah Persik Kediri, Arema FC diselimuti stamina pemain yang kelelahan alias kedodoran, Sabtu (17/9/2022)

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Dokter Arema FC, Nanang Tri Wahyudi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Jelang pekan 10 Liga 1 2022 menghadapi tuan rumah Persik Kediri, Arema FC diselimuti stamina pemain yang kelelahan alias kedodoran, Sabtu (17/9/2022).

Hal ini, menurut Dokter Arema FC Nanang Tri Wahyudi, disebabkan pemain Arema FC over training.

Fisik pemain mudah lelah inilah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) pelatih baru Arema FC Javier Roca.

Javier Roca pun sempat mengakui jika tak mudah mendapatkan warisan skuad yang punya masalah kelelahan, baik karena latihan maupun bertanding.

Baca juga: Presiden Persebaya Azrul Ananda Mengundurkan Diri

Baca juga: Fasilitas Gelora Delta Sidoarjo Rusak Akibat Ulah Bonek, Manajemen Persebaya Siap Lakukan Perbaikan

Dokter Nanang Tri Wahyudi mengamini dua penyebab utama pemain Singo Edan diserang kelelahan.

Selain over training, ada pula masalah over used.

Bedanya, over used ini situasi di mana pemain Arema terlalu sering bermain dengan jeda recovery yang tidak ideal tanpa rotasi.

"Over used atau over training itu otot dipakai berlebihan, kerja keras yang tidak diimbangi dengan recovery yang cukup."

"Ibaratnya taxi yang dipakai narik terus tapi tidak sempat diservis," kata Nanang Tri Wahyudi dikutip SURYAMALANG.COM dari wearemania.net.

Dokter Nanang Tri Wahyudi mendukung langkah Javier Roca yang coba mengatasi masalah over training ini dengan mengubah durasi latihan Arema.

Menurutnya, itu solusi yang terbaik saat ini.

Awalnya, Arema berlatih dengan durasi mulai dari dua jam atau lebih, sehingga Javier Roca memutuskan untuk mengubahnya menjadi satu jam saja.

Sebagai penyeimbang, intensitas dalam sesi latihan dibuat lebih tinggi dengan selingan materi latihan yang menyenangkan.

"Saya lihat pelatih sudah berusaha memodifikasi program latihan, harapannya dengan pola latihan yang berimbang antara intensitas dan recovery, risiko over used dan over training injury-nya berkurang," imbuh dokter asal Magetan itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved