Berita Batu Hari Ini

Mensos Risma Kirim Petugas untuk Dampingi Penyintas Pelecehan Seksual di Kota Batu

Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengutus pegawai Kemensos untuk meninjau langsung kondisi para penyintas kasus pelecehan seksual di Kota Batu

suryamalang.com/Benni Indo
Perwakilan Kementerian Sosial bertemu dengan Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Ririk Mashuri di Kota Batu. Kedatangan perwakilan Kementerian Sosial untuk memberikan pendampingan kepada penyintas pelecehan seksual oleh ayah tirinya di Desa Beji, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengutus pegawai Kemensos untuk meninjau langsung kondisi para penyintas kasus pelecehan seksual di Kota Batu.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu dengan lima orang anaknya diusir karena menolak permintaan mertua untuk mencabut laporan polisi.

Penyintas melaporkan suaminya ke polisi karena melakukan pelecehan kepada anaknya. Pelaku adalah ayah tiri daripada korban.

Kepala Balai Besar Margo Laras, Djiwaningsih dan Psikolog dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Isni Nur Aini datang ke Kota Batu bertemu Kepala Dinas Sosial, Ririk Mashuri. 

Djiwaningsih menyatakan, pihaknya kan melakukan asesmen terhadap para penyintas. Setelah dilakukan asesmen, akan diketahui kebutuhan para penyintas.

"Kedatangan kami ke sini atas perintah langsung Menteri Sosial, Ibu Risma merespon pemberitaan media massa. Beliau sangat konsen sekali terhadap masalah sosial utamanya terkait perlindungan anak. Kemudian beliau mengutus kami dari Margolaras Pati dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak untuk memberikan perlindungan pada anak tersebut kemudian melakukan asesmen kebutuhan anak," ujar Djiwaningsih.

Menurut Djiwaningsih, permasalahan seperti ini marak sekali terjadi. Asesmen nanti tidak sekadar menyasar pada anak yang menjadi korban, tapi juga mengupayakan pemberian perlindungan kepada ibunya.

"Jadi tidak hanya terkait dengan anaknya tetapi juga lingkungan. Intinya kami diminta menelusuri permasalahan serta memenuhi kebutuhan anak serta orang tuanya. Jika permasalahan ini selesai, keluarga tersebut bisa kembali ke kehidupan sosial dan ibunya bisa diberdayakan agar menunjang kebutuhan ekonominya," terang Djiwaningsih.

Ririk menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima, ibu penyintas diusir dari rumah mertuanya. Saat ini, ibu dan lima orang anaknya tinggal di sebuah rumah kost. Lima orang anaknya tersebut perempuan semuanya. Mereka sekolah di PAUD, SD, SMP dan SMA.

"Ibu wali kota juga sudah mengamanatkan untuk pendidikannya. Jadi kami sudah bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk kelanjutan pendidikan penyintas dan adik-adiknya. Kami upayakan mereka bisa melanjutkan sekolahnya. Yang jelas kami akan melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian, psikologi, dengan kejaksaan juga untuk penyelesaian kasusnya ini. Semoga ke  depan bisa berkurang kasus-kasus seperti ini," terang Ririk. 

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved