Berita Arema Hari Ini

Video Pemukulan di Laga Persik Kediri Vs Arema FC Oleh Oknum Pakai Rompi Pink Dikutuk Panpel

Pihak panpel Persik Kediri menyatakan video yang menunjukkan tindak kekerasan di tepi lapangan dan beredar di media sosial itu mendapat perhatian

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
KOMPAS.COM
ILUSTRASI Pemukulan 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Panpel Persik Kediri merespon beredarnya video yang menunjukkan aksi kekerasan berupa pemukulan di tepi lapangan saat laga Persik Kediri Vs Arema FC di stadion Brawijaya Kediri, Sabtu (17/9/2022).

Pihak panpel Persik Kediri menyatakan video yang menunjukkan tindak kekerasan di tepi lapangan dan beredar di media sosial itu mendapat perhatian serius .

Dalam video itu nampak seorang pria mengenakan rompi warna pink melakukan aksi kekerasan, pemukulan.

Rompi warna pink yang dikenakan oleh pelaku pemukulan dalam video itu merupakan rompi khusus untuk penanda pewarta foto dan jurnalis TV peliput pertandingan Liga 1.

Oknum yang mengenakan rompi warna pink itu tertangkap kamera video netizen memukul oknum suporter yang tengah diamankan pihak keamanan.

Tapi anehnya, oknum yang mengenakan rompi warna pink dan memukul suporter yang diamankan petugas dalam video itu terlihat tidak membawa kamera foto maupun kamera video, tapi bisa berada di tepi lapangan pertandingan.

Siapa sosok pelaku pemukulan dalam video itu? kini tengah dicari. 

“Kami mengutuk keras aksi tersebut, saat ini kami terus melakukan pendalaman dan mencari tahu siapa pelakunya. Namun sebagai panpel dan media officer Persik Kediri, saya menghaturkan permohonaan maaf yang sebesar-besarnya, kejadian ini merupakan pengalaman berharga dan kami berharap yang terakhir kalinya serta tidak terulang lagi kedepannya,” kata Media Officer Persik Kediri, Haryanto, Minggu (18/9/2022).

Saat ini pihaknya bersama jajaran panpel pertandingan Persik Kediri tengah mengumpulkan bukti-bukti serta mencari keterangan mengenai oknum yang mengenakan rompi pink yang dimaksud di video itu.

“Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berusaha membantu mengamankan pertandingan melawan Arema FC kemarin, kita semua mengetahui tingginya tensi pertandingan mengingat sudah absen selama 19 tahun di Kediri."

"Alhamdullilah secara umum pertandingan bisa dilaksanakan dengan baik walau ada insiden seperti ini, sekali lagi kami mengucapkan permohonaan maaf dan kami terus berusaha mengetahui pelaku yang dimaksud,” tegas, Haryanto.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved