Berita Batu Hari Ini

BPBD Kota Batu Antisipasi Potensi Banjir Bandang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu bersiap menghadapi musim penghujan.

suryamalang.com/Benni Indo
Dampak banjir bandang yang terjadi di Dusun Sambong, Desa Bulukerto pada 4 November 2021. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu bersiap menghadapi musim penghujan.

Mereka akan menaruh perhatian serius di kawasan bekas banjir bandang yang terjadi pada 4 November 2021.

Sebab, potensi banjir bandang harus diantisipasi sedini mungkin.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menyatakan, pembangunan di Dusun Sambong yang merupakan tempat banjir bandang berupa perbaikan darurat, bukan pengerjaan secara utuh.

Oleh sebab itu nantinya BPBD akan melakukan pengawasan secara intensif di kawasan tersebut.

Rochim juga menjelaskan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, terdapat sekitar 10 titik potensi banjir pada tahun 2022.

Potensi banjir tersebut ada kawasan Sungai Beru dan Paron. Selain itu juga beberapa titik di kawasan pemukiman Kota Batu seperti Kelurahan Sisir dan Kelurahan Temas.
 
"Potensi banjir di kawasan Bulukerto masih ada," urainya, Selasa (20/9/2022).

Selain bencana banjir, Rochim juga menuturkan ada tujuh titik kawasan dengan potensi bencana longsor yakni Desa Giripurno, Kelurahan Songgokerto dan Desa Gunungsari. BPD memasang 12 unit Early Warning System (EWS) di setiap lereng Gunung Arjuno sebagai antisipasi.

"Kami pasang di Desa Sumber Brantas dan Sumbergondo yang juga termasuk dalam titik rawan longsor di Kota Batu," imbuhnya.

Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugroho menegaskan bahwa tahun ini pihaknya kembali menambah jumlah unit EWS sebanyak 12 unit untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor tersebut.

Pada 2020 lalu, telah menganggarkan lima unit kemudian bertambah menjadi 10 unit pada 2021.

"Sedangkan untuk 2022 melakukan pemasangan 1 EWS dari BPBD Kota Batu dan 1 EWS bantuan dari BPBD Provinsi. Pemasangan tahun ini dilakukan di Dusun Celaket Desa Gunungsari dan satunya kami pasang di Desa Sumberejo. 1 unit EWS anggarannya sekitar Rp 106 juta," ungkapnya.

BPBD Kota Batu juga dibantu dengan Forum Penanganan Resiko Bencana (FPRB) yang tersebar di setiap desa dan kelurahan. BPBD Kota Batu menargetkan bisa memiliki desa tangguh bencana pada 2022 di semua desa dan kelurahan.

"Namun masih tersisa tiga desa yang belum, yakni Desa Torongrejo, Mojorejo, dan Pendem. Kemungkinan tahun depan sudah terbentuk secara sempurna dan lengkap sehingga Kota Batu bisa benar-benar menjadi kota yang tangguh terhadap bencana," ujarnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved