Berita Malang Hari Ini

Ribuan Janda - Duda Baru di Kota Malang, Angka Perceraian Hampir 1500 Perkara, Mayoritas Cerai Gugat

Jumlah janda dan duda baru di kota Malang mencapai angka ribuan di tahun ini, mengingat kasus perceraian per Agustus 2022 sudah mencapai 1.444 perkara

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
Intisari Online
ILUSTRASI Perceraian . Jumlah kasus perceraian di kota Malang di tahun 2022 hingga bulan Agustus mencapai angka 1.444 perkara menjadikan ribuan warga kota Malang berstatus sebagai Janda dan Duda baru 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Jumlah janda dan duda baru di kota Malang mencapai angka ribuan di tahun ini.

Bertambahnya jumlah jada dan duda baru di kota Malang ini tak lepas dari jumlah kasus perceraian di wilayah Kota Malang yang sudah hampir mencapai angka 1.500 kasus di tahun 2022 ini.

Secara resmi tercatat sudah ada 1.444 perkara perceraian yang masuk dan telah diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Malang sejak Januari hingga Agustus 2022.

Baca juga: FAKTA Video Dugaan Percobaan Bunuh Diri Mahasiswa di Wall Panjat Tebing Kampus PTN Malang Terungkap

Selama delapan bulan itu, sebanyak 1.095 perceraian disebabkan oleh pertengkaran terus-menerus.

Lalu disusul dengan masalah ekonomi, dengan jumlah 169 kasus .

Selebihnya kasus perceraian karena ditinggalkan oleh salah satu pihak tercatat ada sebanyak 156 kasus.

Ketua Pengadilan Agama Kelas I A Malang, Misbah 
Ketua Pengadilan Agama Kelas I A Malang, Misbah  (TribunJatim/ Kukuh Kurniawan)

Ketua PA Kelas I A Malang, Misbah mengatakan, bahwa penyebab perceraian masih didominasi karena perselisihan dan pertengkaran.

"Hal ini banyak faktor. Seperti istri tidak baik pada suami, atau sebaliknya. Kemudian juga adanya orang ketiga, bisa menyebabkan pertengkaran hingga berujung perceraian," ujar Misbah, Rabu (21/9/2022).

Berdasarkan catatan yang masuk di PA Kelas I A Malang, masih ada beberapa alasan lain penyebab perceraian. Seperti contoh Madat, Dihukum Penjara, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Cacat Badan hingga Pindah Keyakinan (Murtad).

"Untuk kasus perceraian karena  KDRT di tahun 2022 ini, tercatat ada empat kasus. Jumlahnya sama dengan cerai karena pindah agama," tambahnya.

Misbah menuturkan, dari jumlah total 1.444 perkara perceraian tahun ini diketahui menurun dibanding dengan kasus tahun lalu dalam kurun waktu yang sama.

Berdasar catatan di tahun sebelumnya dalam kurun waktu yang sama, tercatat ada sebanyak 1.645 perkara.

"Memang kalau faktor ini banyak, tapi dari rata-rata jumlah perceraian, masih didominasi cerai gugat atau pengajuan cerai dari pihak istri. Sementara, kalau cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh pihak suami, jumlahnya masih belum banyak mendominasi," tandasnya.

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved