Berita Malang Hari Ini

BPS Kota Malang Gelar Seminar bertema “Implementasi Big Data dalam Pembangunan Sosial Ekonomi”

BPS Kota Malang mengadakan seminar bertema "Implementasi Big Data dalam Pembangunan Sosial Ekonomi" memperingati Hari Statistik Nasional

suryamalang/sylvi
BPS Kota Malang mengadakan seminar dalam rangka Hari Statistik Nasional yang jatuh pada 26 September. Topik yang diangkat adalah "Implementasi Big Data dalam Pembangunan Sosial Ekonomi" bertempat di FEB Universitas Brawijaya, Kamis (22/9/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG- BPS Kota Malang mengadakan seminar memperingati Hari Statistik Nasional yang jatuh pada 26 September.

Topik yang diangkat adalah "Implementasi Big Data dalam Pembangunan Sosial Ekonomi" bertempat di FEB Universitas Brawijaya, Kamis (22/9/2022).

Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Pojok Statistik BPS Kota Malang yang ada di UB. Narasumbernya adalah Dias Satria, Ketua Departemen Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan FEB UB dan Bima Sakti Krisdianto, data analis dari BPS Kota Malang. Peserta seminar adalah para mahasiswa. 

"Pemanfaatan big data di BPS diantaranya adalah untuk menghasilkan official statistics dan sebagai infromasi pelengkap dan control bagi official statistics,” lanjut Erny Fatma, Kepala BPS Kota Malang. Ainur Rofiq, Wakil Dekan 1 FEB UB dalam sambutannya mengatakan fenomena tentang data digital  menarik. 

"Bisa digali banyak data base perusahaan, medsos dll untuk memberikan pemahaman pada mahasiswa," kata dia. Dikatakan, di FEB juga ada lab big data dilengkapi tool. Bisa untuk menyelesaikan tugas, tugas akhir, penelitian mandiri dll. Untuk kepentingan itu, lab big data telah berlangganan penyedia jasa data. Ia berharap dari seminar ini bisa diaplikasikan dalam praktik untuk publikasi. 

Serta membantu mahasiswa agar terbiasa melihat data-data. Tema Big Data menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa mengingat di era digital ini ketersediaan data semakin tidak terbatas. Karena itu keberadaan big data merupakan sebuah keniscayaan yang menjadi tantangan sekaligus peluang terutama bagi Kantor Statistik Resmi (National Statistics Offices – NSO). 

Maka NSO harus dapat memanfaatkan dan mengelola big data dengan menerapkan prosedur penjaminan kualitas hingga menjadi sebuah informasi yang bernilai. Big data dengan demikian dapat menjadi sumber data selain sensus dan survei yang selama ini telah dilakukan oleh sebuah NSO.

Beberapa NSO di dunia telah melakukan kajian dan mengeksplorasi berbagai sumber big data untuk melengkapi produk-produk statistik yang dihasilkan secara konvensional melalui survei dan sensus. Dikatakan Erny, di Indonesia beberapa sumber big data telah terbukti memiliki potensi implementasi untuk mendukung produksi statistik resmi.

Antara lain memprediksi pola perjalanan antar kota menggunakan data twitter, pemanfaatan data mobile position untuk Statistik Pariwisata, melakukan estimasi harga produk makanan menggunakan data crowdsourcing. Seminar ini juga dihadiri Dekan Fakultas MIPA, Profesor Sasmito Djati yang juga WR 4 UB.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved