Berita Jawa Timur Hari Ini

Elektabilitas Khofifah untuk Pilgub 2024 Dinilai Belum Aman, Ketua Golkar Jatim Ingatkan Hal Ini

Elektabilitas Gubernur Jatim Khofifah dalam sejumlah lembaga survei terkait Pilgub Jatim 2024 masih unggul dibanding dibanding nama lain

surya.co.id/Yusron Naufal Putra
Suasana Sarasehan Politik bertajuk Jawa Timur Mencari Pemimpin yang digelar ARCI di Surabaya, Jumat (23/9/2022). 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Elektabilitas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sejumlah lembaga survei terkait Pilgub Jatim 2024, sejauh ini masih unggul dibanding nama lain. 

Meski demikian, nampaknya Khofifah masih akan menghadapi tantangan sebab elektabilitas yang berada dibawah 50 persen dinilai bukan merupakan angka yang aman bagi petahana. 

Mengacu hasil survei terbaru yang dikeluarkan Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) periode September 2022, elektabilitas Khofifah berada di angka 37,25 persen. Ketua DPD Partai Golkar Jatim M Sarmuji menyadari angka tersebut memang belum cukup aman bagi petahana.  

"Sebenarnya dari sisi prestasi Bu Gubernur itu banyak, prestasi mengangkat Jawa Timur sangat besar, beragam dan multidimensional prestasinya," kata Sarmuji seusai menghadiri kegiatan Sarasehan Politik bertajuk Jawa Timur Mencari Pemimpin yang digelar ARCI di Surabaya, Jumat (23/9/2022). 

"Tetapi itu mesti dikomunikasikan dengan baik supaya elektabilitasnya sebagai Gubernur itu relatif terjaga," lanjutnya. 

Sebagai partai pengusung Khofifah pada Pilgub Jatim 2018 lalu, Golkar Jatim berharap hal ini dapat menjadi perhatian sang Gubernur. Menurut Sarmuji dalam pandangannya, masih rendahnya elektabilitas Khofifah juga lantaran Ketum PP Muslimat itu masuk dalam bursa Pilpres 2024. 

Diketahui, nama Khofifah dalam berbagai hasil survei nasional termasuk figur kepala daerah yang dinilai punya potensi running. Bahkan, dalam berbagai survei Khofifah kerap disimulasikan dengan sejumlah figur yang punya peluang maju capres. 

Sehingga, dinilainya wajar jika elektabilitas Khofifah sebagai petahana di bursa Pilgub terbilang rendah. Persepsi masyarakat dinilai terbelah. "Jadi bukan karena prestasi beliau menjadi Gubernur. Tapi lebih disebabkan masyarakat sudah memiliki persepsi beliau maju Pilpres," jelas Sarmuji. 

Sementara itu, kegiatan sarasehan politik yang digelar di salah satu hotel di Surabaya itu juga dihadiri sejumlah narasumber. Selain Sarmuji, hadir pula akademisi yang merupakan guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya Ahmad Zainul Hamdi dan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih. 


Lalu, Prof Noer Sotjiepto politisi Gerindra yang juga anggota DPRD Jatim. Dalam penjelasannya, Ahmad Zainul Hamdi mengatakan Pilgub mendatang nampaknya tidak akan begitu menarik seperti sebelumnya. Sebab, Pilgub 2024 berlangsung setelah hingar bingar kontestasi Pilpres. 


"Jadi, partai politik sudah tidak akan memiliki antusiasme yang seperti sebelumnya. Kalau sebelumnya parpol sangat antusias dengan figur karena berharap bisa jadi vote gater. Tapi 2024 akan beda," katanya. 


Terkait dengan nama Khofifah dalam bursa, dia menyebut merupakan hal wajar jika elektabilitasnya unggul dari sejumlah nama tokoh lain. Mengingat Khofifah merupakan petahana. "Kalaupun ada dibawah 50 persen, tapi jarak dengan dibawahnya cukup jauh," jelasnya.  (surya.co.id/Yusron Naufal Putra)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved