Berita Malang Hari Ini

Kampung Tematik Jadi Jujugan Mahasiswa Modul Nusantara, Kunjungi Kampung Cempluk

Kampung tematik di Kota Malang menjadi jujugan bagi mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Dalam Negeri (PPMDN)

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
istimewa
Kampung tematik di Kota Malang menjadi jujugan bagi mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Dalam Negeri (PPMDN) yang diadakan oleh Kemendikbudristek. Ini sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kampung tematik di Kota Malang menjadi jujugan bagi mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Dalam Negeri (PPMDN) yang diadakan oleh Kemendikbudristek. Ini sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dimana mereka  belajar mengenal ragam budaya seni tradisi dan kehidupan masyarakat di Malang Raya yang multi etnis dan multikultural

Untuk program ini, mereka mengikuti Modul Nusantara. Menurut Ki Demang Ketua Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang, perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Forkom Pokdarwis Kota Malang adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

"Mahasiswanya diajak berkunjung ke kampung tematik Kota Malang," jelas Ki Demang pada suryamalang.com, Minggu (25/9/2022).

Ruli Inayah Romadhoan sebagai Person In Charge (PIC) program ini mengatakan jika pertukaran mahasiswa yang dikelola oleh UMM ini untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya di Kota Malang serta mendorong penguatan dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa.

"Mereka dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua," jelas dosen Hubungan Internasional itu.

Para mahasiswa diajak ke Kampung Cempluk dimana ada penutupan Festival Kampung Cempluk ke 12 yang digelar selama seminggu sampai Sabtu (24/9/2022). 

Sebelum mereka menikmati sajian budaya dan pentas, mereka di terima oleh Hanafi Ketua Kampung Cempluk dan Redy Eko Prasetyo Penggagas Kampung Cempluk dan didampingi  Ki Demang Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang.

Redy menjelaskan bahwa kampung harus menjadi etalase dan ruang bertemunya segala macam kepentingan sosial ekonomi politik dan budaya. 

"ini harus dikelola. Bahwa festival kampung semacam ini merupakan perayaan hari raya kebudayaan," jelas dia.

Hal ini  akan menjadi spirit multikultural ke keragaman kebinekaan kita jika kita ingin mengimplementasikan merdeka belajar kampus merdeka.

Sedang Dyah Worowirastri Ekowati, dosen Modul Nusantara dari FKIP UMM menjelaskan jika dalam Modul Nusantara terdapat empat jenis kegiatan utama. 

Pertama, Kegiatan Kebinekaan di mana mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan eksplorasi keragaman di daerah perguruan tinggi penerima.

Kedua, Kegiatan Inspirasi di mana mahasiswa berdiskusi dengan figur-figur inspiratif daerah.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved