Berita Malang Hari Ini

iLitterless, Tampilkan Hasil Olahan Limbah Tekstil pada Green Consumer Day

Isu lingkungan tentang limbah tekstil dibawa oleh iLitterless untuk kegiatan Green Consumer Day diperingati di di Apartemen Begawan Kota Malang

suryamalang/sylvi
Isu lingkungan tentang limbah tekstil dibawa oleh iLitterless untuk kegiatan Green Consumer Day yang diperingati secara global pada tiap 28 September. Kali ini diperingati di sebuah outlet di Apartemen Begawan Kota Malang, Rabu (28/9/2022). Menurut Director iLitterless Ence Adinda DA, ini sebagai hari peringatan bagi semua untuk menjadi konsumen yang bertanggung jawab. 

SURYAMALANG.COM|MALANG- Isu lingkungan tentang limbah tekstil dibawa oleh iLitterless untuk kegiatan Green Consumer Day yang diperingati secara global pada tiap 28 September.

Kali ini diperingati di sebuah outlet di Apartemen Begawan Kota Malang, Rabu (28/9/2022). Menurut Director iLitterless Ence Adinda DA, ini sebagai hari peringatan bagi semua untuk menjadi konsumen yang bertanggung jawab. 

"Rangkaian kegiatan sebelumnya diantaranya  Waste2Recycle, Waste2Learn, Green Concumer Day (waste drop) yang diadakan selama September 2022 di berbagai lokasi. Dan puncaknya, kami mengadakan malam apresiasi untuk masyarakat yang ikut kampanye. Prosesnya kami sempat buka donasi baju bekas yang layak  dan tidak layak pakai. Setelah itu kami pilah sesuai warna, corak dan bahannya," kata Ence pada suryamalang.com, Rabu sore.

Setelah itu, dilakukan koordinasi dengan penjahit di daerah Muharto Kota Malang. Hasil kreasi dari limbah tekstil ditampilkan dalam show di acara itu.

Hasilnya recycle atau daur ulang ada topi, tote bag dan lainnya. Ini untuk menunjukkan bahwa hasil dari daur ulang tekstil bisa diolah lagi menjadi sesuatu yang menarik. Selain ada nilai seninya juga berfungsi.

Ia menyoroti tentang banyaknya tas dari bahan spunbond yang bakal menjadi sampah yang tertunda nanti. Padahal banyak limbah tekstil yang bisa dimanfaatkan. Sedang Desi Remora, Koordinator pemberdayaan penjahit dari  Muharto, Bumiayu, Buring untuk event ini mengaku senang terlibat.

"Ibu-ibu yang bisa menjahit ada tiga. Yang membantu banyak. Misalkan memotong, membuat gambar. Dari limbah tekstil hasil donasi ada celana, baju dll. Kebanyakan yang gampang dikelola adalah bahan katun, kanvas, jins, kaos. Kalau kaos susah," jawab Desi terpisah.

Tapi ia pribadi bisa memanfaatkan kaos buat tisu atau lap reuseable yang cuci kering pakai. Tapi gak saya komersilkan. Hasilnya di event ini tas totebag, tas bahu, topi," kata penjahit recycle ini.

Dikatakan, biasanya ia melihat dulu bahannya apa dan bisa dijadikan apa. Untuk event ini, ia membuatka  tas dan topi. 

"Limbah lainnya masih banyak dari event ini yang bisa dipakai untuk batch 2," katanya. Ia berharap isu limbah tekstil bisa menjadi perubahan mindset untuk gaya hidup berkelanjutan. "Jika pakai pakaian, dirawatlah. Hentikan pemikiran praktis. Karena gaya hidup berkelanjutan itu di mindset dulu," jawabnya. 

Menurut Ence, dari data, limbah tekstil melebihi limbah plastik. Sehingg perlu membawa isu ini lebih kencang lagi. Apalagi anak muda sekarang konsumtif karena kemudahan mendapatkan lewat e-commerse.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved