Berita Gresik Hari Ini

Jasad Istri Siri Ternyata Dilipat Tiga Kali Sebelum Dimasukkan ke dalam Tas dan Dibuang

Jasad istri siri yang dibunuh ternyata dilipat tiga kali sebelum dimasukkan ke dalam tas plastik warna merah.

Willy Abraham.
Tersangka pembunuhan istri siri di Gresik saat melakukan reka adegan, Rabu (28/9/2022). 

SURYAMALANG.COM | GRESIK - Jasad istri siri yang dibunuh ternyata dilipat tiga kali sebelum dimasukkan ke dalam tas plastik warna merah.

Jasad Elly Prasetya Ningsih (42) itu dibuang di tepi jalan Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

Ditemukan warga pada Rabu (7/9/2022) pagi. Diketahui korban adalah warga Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Satreskrim Polres Gresik telah melakukan reka adegan pembunuhan. Mulai dari lokasi rumah hingga dibuang ke tepi jalan.

Ada 11 reka adegan diperagakan dan digelar di dua titik.

Kediaman tersangka berada di tengah tanah lapang. Tidak ada bangunan di kanan kiri. Jarak rumah dengan jalan desa kurang lebih 200 meter.

Rumah tersebut dibangun semi permanen dengan ukuran 4x5 meter.

Reka adegan dimulai dari rumah tersangka Hendro Setiawan (43) di Desa Lampah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.

Tersangka lebih mendapati korban dalam kondisi terbaring di ruang depan. Ruang depan digunakan sebagai dapur.

Kemudian korban di bawa ke dalam kamar yang berada di samping, lalu ditinggal oleh tersangka.

Adegan berlanjut tersangka memasukkan jasad korban ke dalam tas merah besar untuk dibuang. Dalam kondisi telah meninggal dunia.

"Tubuh korban ditekuk tiga lipatan. Kepala korban dimasukkan terlebih dahulu lalu ditekuk di bagian pinggul, kemudian ditekuk lagi pada bagian lutut," kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro, Rabu (28/9/2022).

Setelah dimasukkan ke dalam tas, jasad dibawa keluar rumah. Mengendarai sepeda motor, jasad korban dibuang di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng. Lokasi pembuangan merupakan jalur alternatif jauh dari kediaman warga.

"Hasil rekontruksi dilakukan di dua titik, yakni rumah tersangka dan di lokasi pembuangan. Total ada 11 reka adegan yang diperagakan," kata dia.

Dalam rekontruksi itu tidak ada adegan pemukulan atau lain sebagainya. Tersangka masih tetap mengaku tidak melakukan pembunuhan. Hanya membuang jasad korban saja ke tepi jalan.

"Tujuan dibuang agar diketahui oleh keluarga korban di Lumajang," terangnya.

Pihaknya sudah menjerat Hendro Setiawan dengan Pasal 338 Juncto Pasal 351 Ayat (3) Juncto Pasal 138 KUHP.

"Hasil dari rekontruksi ini akan kami gelar lagi. Keterangan tersangka dan hasil rekontruksi dicocokkan. Masih terus kami dalami," imbuhnya. 

Diketahui tersangka dan korban yang menikah siri meninggalkan seorang balita. (wil)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved