Berita Malang Hari Ini

Peringati Hari Batik Nasional, 500 Difabel Siap Pecahkan Rekor MURI Batik Ciprat

Pemecahan Rekor MURI Membatik Ciprat Sepanjang 500 Meter Oleh 500 Disabilitas

suryamalang.com/kukuh
Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa (tengah) saat berfoto bersama dengan Plt Wakapolresta Malang Kota, Kompol Yuliati dan staf Pemkot Malang usai mengikuti rakor persiapan pelaksanaan kegiatan pemecahan rekor MURI Batik Ciprat. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Sebanyak 500 difabel siap memecahkan rekor MURI di Hari Batik Nasional, pada Minggu (2/10/2022) mendatang.

Dalam agenda bertajuk "Pemecahan Rekor MURI Membatik Ciprat Sepanjang 500 Meter Oleh 500 Disabilitas" itu, akan diselenggarakan mengitari Alun-alun Tugu Kota Malang.

Agenda ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Batik Nasional, HUT Ke-77 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

Sebelumnya, agenda ini diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto.

Dalam idenya, pria yang akrab disapa BuHer itu juga turut menggandeng instansi lain yang tergabung dalam Forkopimda Kota Malang. Dari hasil rapat yang dilakukan, seluruh jajaran Forkopimda Kota Malang sepakat memberikan amanah kepada Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa sebagai Ketua Pelaksana.

Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa mengatakan, kesiapan pelaksanaan kegiatan sudah mencapai angka 95 persen.

"Dalam kegiatan tersebut, kami sebenarnya melibatkan sebanyak 594 difabel. Para difabel itu berasal dari Malang Raya, Blitar, dan Pasuruan. Nantinya, mereka akan melukis batik ciprat di kain sepanjang 500 meter," ujarnya kepada TribunJatim.com usai mengikuti rakor pelaksanaan kegiatan di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Rabu (28/9/2022).

Nantinya, mereka terbagi menjadi empat kelompok besar yang akan berbaur dari beberapa jenis disabilitas yang disandang. Untuk disabilitas yang disandang oleh peserta juga terbagi dalam empat klasifikasi. Yakni Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Daksa dan Disabilitas Intelektual.

Dirinya menjelaskan, sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut, beberapa difabel berikut dengan pendamping telah mengikuti pelatihan batik ciprat di Kodim 0833/Kota Malang pada Minggu (25/9/2022).

"Sebanyak 200 orang, baik dari difabel dan pendamping telah mengikuti pelatihan batik ciprat. Nantinya, mereka yang telah mengikuti pelatihan akan mengajari kepada disabilitas lainnya," bebernya.

Untuk membantu kelancaran kegiatan, pihaknya juga telah menyiapkan akomodasi kepada para disabilitas.

"Jadi, nanti kami siapkan akomodasinya. Misal di titik Blitar atau Malang Raya, kita bagi dan kita kalkulasi butuh berapa bus. Untuk mengantarkan mereka ke tempat kegiatan," ungkapnya.

Letkol Kav Heru Wibowo Sofa menambahkan, kegiatan ini diharapkan ke depan bisa menjadi tolok ukur, adanya kesetaraan antara difabel dan masyarakat pada umumnya.

"Selain itu, agenda ini agar semakin banyak masyarakat yang lebih peduli dengan rekan-rekan difabel. Selain itu, agenda ini dalam mengangkat kesetaraan dan derajat sesama dalam hidup dan berkehidupan di masyarakat," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved