Berita Tulungagung Hari Ini

Polres Tulungagung Gandeng BPK untuk Hitung Kerugian Dugaan Korupsi PNPM Mandiri di Desa Pagerwojo

Polres Tulungagung menggandeng BPK RI untuk menghitung kerugian keuangan negara dalam dugaan korupsi PNPM Mandiri di di Desa/Kecamatan Pagerwojo.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG
Satreskrim Polres Tulungagung menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung kerugian keuangan negara dalam dugaan korupsi PNPM Mandiri di Desa/Kecamatan Pagerwojo.

Satreskrim telah melimpahkan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung pada 30 Desember 2021.

Saat itu Kejaksaan menyatakan berkas P19, dikembalikan ke Polres Tulungagung dengan petunjuk untuk melengkapi.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra mengatakan Kejaksaan menolak perhitungan kerugian negara berdasarkan hitungan inspektorat.

Kejaksaan minta dilakukan audit yang dilakukan oleh BPK.

"Karena itu kami menggandeng BPK. Ada satu tim sedang bekerja sejak Selasa (27/9/2022)," terang Agung kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (28/9/2022).

Lanjut Agung, pada penyidikan awal rentang waktu korupsi dari tahun 2010 hingga 2015.

Namun temuan terakhir, dugaan korupsi terjadi dari 2010 hingga 2019.

Dugaan kerugian keuangan negara yang timbul berubah dari Rp 8 miliar menjadi Rp 5 miliar.

"Sebelumnya kan masih dugaan, makanya ini dihitung oleh BPK RI. Kami akan sampaikan hasil akhirnya," ujar Agung.

Sebelumnya, Satreskrim telah menyita dokumen bukti penyelewengan.

Dokumen inilah yang diteliti oleh BPK RI, untuk memastikan angka kerugian keuangan negara.

Agung mengatakan sudah ada dua tersangka yang ditetapkan dalam perkara ini.

"Kemungkinan bisa berkembang," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved