Berita Malang Hari Ini

Eks Pengurus PMI Kota Malang Prihatin dengan Hasil Muskot

Eks pengurus PMI Kota Malang prihatin dengan hasil musyawarah kota yang digelar untuk memilih ketua dan pengurus PMI Kota Malang periode 2022-2027

suryamalang.com/rifky
Budi Susatya, mantan pengurus PMI Kota Malang 2017-2022 saat menunjukkan surat yang ditunjukkan kepada PMI Jawa Timur terkait hasil Muskot, Kamis (29/9/2022). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Eks pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang prihatin dengan hasil musyawarah kota (muskot) yang digelar untuk memilih ketua dan pengurus PMI Kota Malang periode 2022-2027.

Keprihatinan tersebut mereka sampaikan, saat menggelar konferensi pers tentang hasil muskot ini pada Kamis (29/9/2022).

Eks pengurus PMI Kota Malang 2017-2022 yang menyebut dirinya tim tujuh ini merasa kecewa dengan pelaksanaan Muskot.

Sebab, muskot digelar dua kali, dan dianggap telah mencederai Anggaran Dasar dan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) PMI Kota Malang dan Tujuh prinsip Kepalangmerahan.

"Awalnya itu kami telah menggelar Muskot pada 12 Maret 2022. Namun pada 23 Maret 2022 ada muskot lagi yang kami anggap sebagai ketidaklaziman," ucap Budi Susatya, eks pengurus PMI Kota Malang.

Dia menjelaskan sebelum masa bakti kepengurusan lama berakhir, pihaknya telah menggelar moskot di Hotel Savana 

Dalam muskot tersebut memilih dua calon ketua yakni pertahanan Imam Buchori dan Sofyan Edi jarwoko yang juga Wakil Wali Kota Malang.

Hasilnya, Sofyan Edi Jarwoko mendapatkan 9 suara dan Imam Bukhari mendapatkan 8 suara.

Akan tetapi terjadi deadlock pada saat Muskot tersebut.

Para pendukung Imam Buchari melakukan walk out, dan akhirnya dilakukan skorsing sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

"Agar tidak terjadi kegaduhan, akhirnya dilakukan skorsing, dan sampai saat ini belum juga di dok itu. Dan secara prosentase, sebenarnya Bung Edi yang menang karena memiliki banyak suara dari 17 pemilih," ujarnya.

Akan tetapi, sebelum hasil Muskot tersebut menentukan siapa yang menjadi pengurus PMI Kota Malang ke depan, berakhir pula masa kepengurusan yang lama.

Hingga akhirnya, PMI Jawa Timur menurunkan Surat Keputusan (SK) yang menunjuk Imam Buchori sebagai plt Kepala PMI Kota Malang.

"Seharusnya, Muskot yang digelar pada 23 Maret 2022 merupakan Muskot lanjutan. Tapi ternyata tidak. Ini jelas melanggar AD/ART," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved