TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Korban Arema Vs Persebaya Beber Alasan Turun ke Lapangan, Singgung Gas Air Mata dan Kelakuan Petugas

Kesaksian korban Arema Vs Persebaya yang selamat dalam tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Kondisi kerusuhan di laga Arema Vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Inilah kesaksian korban Arema Vs Persebaya yang selamat dalam tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Pria bernama Ryan Dwi Cahyono ini juga membeberkan alasan para Aremania turun ke lapangan usai laga Arema Vs Persebaya berakhir.

Warga asal Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar saat ini diketahui sedang menjalani Perawatan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan.

Hal itu lantaran pria yang akrab disapa Ryan ini mengalami patah tulang kanan.

Saat ditemui, ia mengatakan pihaknya memang turut turun ke dalam lapangan usai pertandingan berakhir dengan kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya 2-3.

"Kami turun tujuannya memang untuk protes kepada pemain dan manajemen Arema FC, kenapa Arema FC bisa kalah? Padahal selama 23 tahun sejarahnya Persebaya tidak pernah kalah melawan Arema FC di kandang Singo Edan," ungkapnya saat ditemui, Minggu.

"Jadi tujuannya hanya untuk protes agar Arema FC bisa lebih baik lagi ke depannya," imbuhnya.

Suasana Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambangi korban tragedi Stadion Kanjuruhan di Rumah Sakit Saiful Anwar atau RSSA Malang pada Minggu (2/10/2022).(KOMPAS.com/ Nugraha Perdana)
Suasana Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambangi korban tragedi Stadion Kanjuruhan di Rumah Sakit Saiful Anwar atau RSSA Malang pada Minggu (2/10/2022).(KOMPAS.com/ Nugraha Perdana) 

Belum sampai melompati pagar, tembakan gas air mata datang ke arahnya di tribun sebelah timur, hingga membuatnya jatuh dan terinjak supporter lain yang berebut turun dari tribun.

"Saat itu saya tidak berdaya. Bahkan, teman perempuan saya yang bareng bersama saya dari Blitar hilang dan belum tahu bagaimana kondisinya saat ini," jelasnya.

Akibat gas air mata, Riyan sempat sesak napas.

Beruntung nyawanya masih selamat setelah segera dievakuasi oleh supporter lain.

"Kami kecewa dengan perlakuan petugas keamanan.

Kami juga dipukul, ditendang oleh petugas, hingga teman kami sampai kehilangan nyawa," katanya.

Sementara itu, salah satu supporter Aremania lain yang selamat, Gafandra Zulkarnain (20), warga asal Kota Malang mengatakan ia bersama teman perempuannya, Aldita Putri jatuh saat ia berada tribun selatan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved