TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Menyikapi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Arema FC : Saya Minta Maaf Kepada Warga Malang Raya

Menyikapi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Arema FC : Saya Minta Maaf Kepada Warga Malang Raya

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana saat launching tim untuk Liga 1 2022 di Stadion Gajayana Kota Malang, Rabu (20/7/2022). 

SURYAMALANG.COM - Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, buka suara soal Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan 129 nyawa melayang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Tragedi ini terjadi selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3, pada pekan 11 Liga 1 2022.

Meski hanya lewat caption di Instagram pribadinya @juragan_99, Gilang Widya Pramana mengatakan pihaknya mengutuk keras kejadian yang mengakibatkan ratusan nyawa Aremania itu hilang.

"Sebagai presiden Arema FC saya meminta maaf yang tulus kepada seluruh warga Malang Raya yang terdampak atas kejadian ini."

"Saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan seratusan lebih korban jiwa."

"Saya turut merasakan duka yang mendalam dan berbelasungkawa untuk para Aremania dan Aremanita yang menjadi korban dalam musibah Kanjuruhan tadi malam."

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tulis Juragan 99, Minggu (2/10/2022).

Lebih lanjut Gilang menuturkan, Arema FC akan menanggung pengobatan para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan memberikan santunan pada keluarga para korban yang meninggal.

"Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban."

"Kami meminta agar diberikan pelayanan yang maksimal dalam penanganan korban luka-luka dan meminta pusat pusat layanan kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya kepada manajemen Arema FC," lanjutnya.

Selain itu Gilang juga mendukung pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian, hingga akhirnya menemukan titik terang.

"Kami juga mendukung penuh pengusutan dan investigasi yang dilakukan pihak kepolisian dan memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai benar benar ketemu titik terang permasalahannya. Tidak ada sepak bola seharga nyawa," pungkasnya.

Update Google News SURYAMALANG.COM

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved