TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Muhammad Rafli Dihantui Rasa Bersalah Usai Tragedi Arema Vs Persebaya, Curhat Sang Istri Tersorot

Muhammad Rafli juga dihantui rasa bersalah setelah tragedi Arema Vs Persebaya yang berlangsung di stadion Kanjuruhan.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto/Instagram @aremafcofficial
Muhammad Rafli, pemain Arema FC beber penyesalannya usai tragedi Arema Vs Persebaya Sabtu (1/10/2022) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Inilah penyesalan pemain Arema FC, Muhammad Rafli usai tragedi Arema Vs Persebaya Sabtu (1/10/2022).

Tak hanya itu, Muhammad Rafli juga dihantui rasa bersalah setelah tragedi Arema Vs Persebaya yang berlangsung di stadion Kanjuruhan.

Hal itu diungkap langsung oleh sang istri, Laras Clarissa di akun Instagram pribadinya.

Seperti diketahui pertandingan Arema Vs Persebaya yang berakhir dengan skor 2-3 itu berubah menjadi tragedi mencekam.

Pasalnya ratusan orang harus meregang nyawa usai pertandingan.

Jatuhnya korban jiwa membuat pemain Arema FC dihantui rasa bersalah. 

Terutama mengingat kejadian bermula karena Singo Edan harus ditundukkan dengan skor 2-3 oleh Persebaya Surabaya di laga bertajuk Derby Jatim. 

Perasaan rasa bersalah para pemain itu diungkapkan oleh Laras Carissa yang merupakan istri dari pemain Arema FC, M Rafli. 

Laras Carissa bersama suaminya, M Rafli (Pemain Arema FC)
Laras Carissa bersama suaminya, M Rafli (Pemain Arema FC)

"Di saat semua memperdebatkan siapa yang salah, ada pemain yang diam-diam merasa bersalah. " Tulis Laras Carissa dalam instagram pribadinya 

Ia menyebutkan bahwa para pemain Arema FC terngiang-ngiang dengan kekalahan dan berandai jika laga itu berhasil dimenangkan, mungkin tak akan ada korban jiwa yang berjatuhan. 

"kalau saja kemarin kami menang, pasti hal ini tidak terjadi dan tidak akan ada korban jiwa," Pernyataan yang terus terulang di otak kami. Ada para pemain yang tidak bisa tidur, tidak nafsu makan, terus terusan menangis dan tidak bisa beraktivitas karena perasaan bersalah yang menghantui."

"Menyaksikan puluhan hingga ratusan korban jiwa bergelatakan di Stadion pasti sangat traumatis, beberapa dari kamipun ikut bantu evakuasi, tetapi rasa bersalah dari kami tidak berhenti membumbui pikiran hingga perasaan hancur lebur. 

Tidak ada yang mengharapkan kekalahan namun lagi dan lagi, tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga korban tenang di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan." tulis Laras Carissa. 

Suporter Arema FC, Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).
Suporter Arema FC, Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). (surya.co.id/purwanto)

Tangis Javier Roca Pecah Ceritakan Aremania Meninggal 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved