Tragedi Arema Vs Persebaya

Belum Ada Tersangka Tragedi Kanjuruhan, 23 Polisi dan 6 Orang Panpel Arema FC Diperiksa Intensif

Tim penyidik kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan masih memeriksa intensif, khususnya pada anggota polisi dan juga panitia penyelenggara (Panpel) Arema FC

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Kondisi Gate 12 stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pasca tragedi maut usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022. Pintu 12 ini diduga menjadi salah satu titik tempat jatuhnya banyak korban Aremania. Sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan oleh polisi dalam kasus ini 

SURYAMALANG.COM , MALANG - Belum ada tersangka dalam kasus Tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022 hingga hari ini, Selasa (4/10/2022).

Sejauh ini Tim penyidik kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan masih melakukan pemeriksaan intensif, khususnya pada anggota polisi dan juga panitia penyelenggara (Panpel) Arema FC yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang berujung tragedi maut itu.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menerangkan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan barang bukti hingga selanjutnya penetapan tersangka dapat dilakukan.

Baca juga: Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Minta Maaf Terkait Tragedi Kanjuruhan : Yang Salah Harus Dihukum

"Kasus ini sudah tahap penyidikan. Kami masih kumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, ahli dan petunjuk lainnya. Baru nanti pada saatnya kita akan menetapkan tersangka. Perlu ketelitian dan kehati-hatian sebelum menetapkan tersangka terhadap seseorang," papar Dedi saat gelar jumpa pers di Polres Malang, Selasa (4/10/2022).

Kata Dedi, tim penyidik telah memeriksa 29 orang saksi.

Rinciiannya 23 anggota polri yang bertugas pengamanan Stadion Kanjuruhan dan 6 orang saksi dari panitia penyelenggara.

Keterangan para saksi tersebut masih dipelajari secara mendalam oleh polisi 

"Namun untuk panpel pemeriksaan akan dilanjutkan esok hari," sebut Dedi.

Terakhir, Dedi menyatakan perkembangan dugaan pelanggaran kode etik oleh polisi yang mengemban tugas pengamanan laga kala itu juga masih didalami. 

"9 orang yang sudah dinonaktifkan. Ini yang kami terus dalami. Untuk pelanggaran kode etik di Stadion Kanjuruhan. Update akan kami sampaikan khususnya dari tim penyidik," ungkapnya.

Baca juga: Arema FC Diusir dari Malang Sejauh 250 Km dan Denda Rp 250 Juta, Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan

 

Presiden Jokowi Beri Dead Line Penyelesaian Kasus 1 Bulan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang juga Ketua tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF), Mahfud Md menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar  tragedi Kanjuruhan bisa diungkap secara cepat.

Mahfud menyatakan TGIPF harus bisa mengungkapkan secara tuntas tragedi tersebut dalam waktu kurang dari sebulan.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved