Tragedi Arema Vs Persebaya

Jumlah Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Jadi 131 Versi Dinkes Kabupaten Malang, Aremania Gali Data

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo membenarkan saat ini jumlah korban tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan berjumlah 131 orang.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
KOLASE - SURYAMALANG.COM/Purwanto/Erwin Wicaksono
ILUSTRASI - Data korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan di laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, 1 Oktoebr 2022 

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim dan pihak relawan sempat merilis jumlah korban meninggal dunia yang lebih besar.

Terbaru, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang merilis jumlah korban meninggal dunia tragedi Kanjuruhan sebanyak 131 orang.

Jumlah ini sedikit lebih banyak dari jumlah data yang dinyatakan pemerintah pusat atau selisih 6 korban dari jumlah korban tewas yang diumumkan Polri sebanyak 125 orang.

Aremania membopong korban kericuhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).
Aremania membopong korban kericuhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Adanya perbedaan jumlah korban meninggal dunia ini membuat Aremania berinisiatif mulai mengumpulkan data dan fakta di lapangan.

Data dan fakta inilah, yang nantinya akan dijadikan bukti nyata untuk pengambilan sikap Aremania.

Mereka menganggap, selama ini terjadi kesimpangsiuran data, terkait jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Hal ini menjadi sesuatu yang disesalkan oleh Aremania, mengingat, banyak Aremania yang meninggal dunia pasca insiden tersebut.

"Saat ini kami masih mengumpulkan data dan fakta yang ada. Itu sudah kami sampaikan kepada teman-teman Aremania yang lain," ucap Danang Indarto, Aremania Tembalangan.

Baca juga: Kisah Kiper Arema FC Gotong Aremania dari Tribune, Teguh Amiruddin: Korban Meninggal di Depan Kami

Pria yang juga pentolan dari Komunitas Curva Sud Arema (CSA) ini mengatakan, untuk pengumpulan data, pihaknya meminta bantuan dari rekan-rekan sesama Aremania.

Aremania diminta untuk mendata, tetangga, teman, atau saudara yang diketahui telah meninggal dunia atas insiden Sabtu malam di Stadion Kanjuruhan.

"Semoga secepatnya data-data ini bisa terkumpul. Karena saat ini saja data simpang siur. Kemarin di media mencapai 180, tiba-tiba data terbaru 125. Ini yang benar yang mana," ujarnya.

Data dan fakta inilah yang nantinya akan dijadikan bukti-bukti Aremania sebelum mengambil sikap ke depan.

Sementara sikap dari Aremania saat ini ialah rutin melakukan doa bersama selama tujuh hari pasca insiden.

"Alasan kami saat ini tidak turun ke jalan karena memang kami sedang berduka. Selama tujuh hari, kami gelar doa bersama, sembari kami mengumpulkan data-data yang ada,"

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved