Tragedi Arema Vs Persebaya

Pitch Invasion, Momen Saat Aremania Invasi Lapangan Setelah Pertandingan Arema Berakhir

Aremania menyerbu lapangan setelah laga Arema vs Persebaya berakhir di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Aremania menyerbu lapangan setelah laga Arema vs Persebaya berakhir di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). 

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Aremania menyerbu lapangan setelah laga Arema vs Persebaya berakhir di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Kala itu Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Dalam sepak bola, kejadian ini disebut invasi lapangan (Pitch invasion).

Dilansir dari wikipedia, invasi lapangan adalah seseorang atau sekelompok penonton pertandingan berlari ke area kompetisi untuk merayakan atau memprotes suatu insiden, atau kadang sebagai aksi publisitas.

Aremania, Fathir Ramadhan (21) mengatakan suporter turun ke lapangan setelah laga Arema vs Persebaya berakhir itu bukan untuk menyerang pemain Arema FC dan ofisial.

Justru Aremania ingin memberi motivasi kepada para pemain.

Bahkan sejumlah Aremania memeluk kiper Arema FC, Adilson Maringa.

"Kami memang salah karenaa masuk lapangan. Tapi, kami kecewa karena Arema FC kalah di kandang. Awalnya ada satu Aremania yang turun ke lapangan. Kemudian Aremania lain ikut."

"Kami tidak ada keinginan untuk menyerang pemain dan ofisial Arema FC. Kami ingin memberi motivasi,"  kataa Fathir kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (4/10/2022).

Bukan hanya kali ini Aremania invasi lapangan.

Tapi, invasi lapangan kali ini berakhir tragis.

Petugas memukul mundur Aremania.

Ada Aremania yang kena tendang, kena pukul tongkat, dan sebagainya.

Polisi juga menembakkan gas air mata ke tribune penonton.

Tragedi Arema vs Persebaya menyebabkan 125 orang meninggal, 302 orang terluka ringan, dan 21 orang menderita luka berat. 

"FIFA melarang penggunaan gas air mata di stadion. Kini nyawa seakan tidak ada harganya. Saya minta kasus ini diusut tuntas," terangnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved