TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Siswa SMP 4 YPK Doa Bersama untuk 125 Korban Tragedi Arema vs Persebaya

Siswa SMP 4 YPK Malang Jalan Ki Ageng Gribik menggelar doa bersama untuk 125 korban meninggal dunia dalam tragedi Arema vs Persebaya di Kanjuruhan

dok.ist
Para siswa SMP 4 YPK Kota Malang menyampaikan duka mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022). Selain itu juga melakukan doa bersama mendoakan 125 koban meninggal dunia dan ratusan mengalami luka dalam tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Siswa SMP 4 YPK Malang Jalan Ki Ageng Gribik menggelar doa bersama untuk 125 korban meninggal dunia karena tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022).

Sebelum kegiatan itu, para siswa mengisi literasi dulu dengan berbagai pemberitaan di media. 

Selanjutnya, siswa kemudian menuliskan doanya dengan melaksanakan ibadah bersama dengan para guru.

"Perlunya bagi sekolah menumbuhkan empati untuk turut merasakan dukacita mendalam dan keprihatinan banyak pihak. Caranya dengan memberikan doa sebagai amalan yang disukai orang-orang meninggal," jelas  Kepala SMP 4 YPK Jatim Malang, Yani Hestiwiratih R,  pada suryamalang.com, Senin (3/10/2022). 

Baca juga: Bonek Mania Gelar Doa Bersama, Anthem "Malang Tanah Kejayaan" Terdengar di Surabaya

Dengan doa maka diharapkan mendatangkan kemudahan dan menghilangkan kesulitan.

Bahkan seluruh umat beragama diwajibkan untuk berdoa.

Sehingga doa adalah merupakan amal saleh yang paling patut dihadiahkan kepada seseorang yang yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, imbuhya.

Baca juga: 14 Pelajar Kota Malang Meninggal dalam Tragedi Arema vs Persebaya

Sedang Fitria Dewi Masita, siswa kelas menyatakan acara doa ini penting.

"Sebab bisa saling mendoakan atas musibah yang menimpa suporter Arema. Ini sebagai wujud simpati kami pada para korban yang meninggal, yang masih perawatan di rumah sakit dan keluarga yang berduka atas kehilangan anggota keluarganya," pungkasnya.

Hingga saat ini masih ada korban yang dirawat di RS atau di rumah jika kondisinya tidak parah.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved