Tragedi Arema Vs Persebaya

Trgedi Arema Vs Persebaya, Prof Herman Sasongko: Kenapa Harus Menembakkan Gas Air Mata ke Tribune?

Rektor UISI Gresik, Prof. Dr. Ing. Herman Sasongko menyayangkan adanya penembakan gas air mata dalam tragedi Arema vs Persebaya.

Penulis: Sugiyono | Editor: Zainuddin
Suryamalang/Purwanto
Kericuhan dalam tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan,Kabupaten Malang, Senin (1/10/2022). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK -  Rektor Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Gresik, Prof. Dr. Ing. Herman Sasongko menyayangkan adanya penembakan gas air mata dalam tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Tragedi Arema vs Persebaya menewaskan sebanyak 125 orang.

Herman mengatakan penanganan kerusuhan di dalam stadion dengan menembakkan gas air mata adalah kesalahan fatal.

Tembakan gas air mata di dalam stadion akan memicu kepanikan sehingga penonton akan berdesak-desakan dan saling injak.

“Ini adalah kesalahan prosedur tetap (protap). Saat kerusuhan sepak bola di Sidoarjo, saya ada di sana."

"Saya kerusuhan terjadi, dibiarkan saja karena perusakan hanya di dalam station,” kata Herman dalam Sidang Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru di Kampus B UISI.

Herman menyayangkan penembakan gas air mata di tribune penonton dalam tragedi Arema vs Persebut. 

“Kenapa harus menembakkan gas air mata ke tribune? Itu membuat orang panik dan tidak melihat. Orang panik tidak akan melihat bawah, sehingga jatuh dan terinjak temannya,” imbuhnya. 

Herman tidak ingin menyalahkan institusi dan siapapun dalam tragedi Arema vs Persebaya.

"Tapi,  penembakan gas air mata sangat tidak diperbolehkan,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved