Berita Arema Hari Ini

Berita Arema Hari Ini: Hukuman Panpel dan Dugaan Gas Air Mata Kedaluwarsa di Tragedi Kanjuruhan

Berita Arema hari ini populer Rabu 5 Oktober 2022 tentang hukuman Arema FC yang terpaksa pindah home base sejauh 250 KM dari Malang.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/PurwantoInstagram @aremafcofficial
Potret Laga Arema FC Vs Persebaya (KIRI) dan suasana kericuhan usai laga (KANAN) dalam berita Arema hari ini Rabu 5 Oktober 2022 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Simak berita Arema hari ini populer Rabu 5 Oktober 2022 yang mengulas tentang pemain dan pelatih Singo Edan.  

Satu yang menjadi sorotan dalam berita Arema populer tentang hukuman Arema FC yang terpaksa pindah home base sejauh 250 KM dari Malang.

Selain itu juga terdapat tentang dugaan gas air mata yang kadaluarsa disorot oleh Komnas HAM.

Selengkapnya, simak berita Arema hari ini:

1. Dugaan Gas Air Mata Kedaluwarsa di Tragedi Kanjuruhan Disoroti Komnas HAM, Siapa Perintahkan Tembak?

Dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa dalam tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022 menjadi salah satu yang akan dicermati Komnas HAM.

Komnas HAM yang telah datang langsung ke Malang menemukan indikasi adanya pelanggaran HAM yang dialami Aremania dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut nyawa 131 orang itu.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam secara terbuka mengatakan dugaan penggunaan gas air mata yang telah kedaluwarsa akan turut didalami di samping indikasi pelanggaran HAM yang sudah nampak.

Bahkan dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa itu menjadi kunci pernyataan pihaknya ke petugas medis.

“Gas pasti punya kedaluwarsa itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen dan lainnya seperti apa," ujar Choirul Anam, Senin (3/10/2022) di Malang.

Dugaan adanya pelanggaran HAM sangat terbuka terlihat dari banyak video yang beredar di media sosial.

Terlebih adanya video yang beredar di medsos yang menunjukkan oknum TNI menendang Aremania hingga tersungkur.

Terkait hal itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menuturkan indikasi pelanggaran HAM memang terlihat dalam insiden itu.

“Kami akan telusuri objektivitasnya seperti apa. Kalau di video yang tersebar diberbagai kalangan memang juga ada tindak kekerasan. Untuk itu kami berharap beberapa hari ke depan seluruh pihak bisa tranparan ke kami termasuk polisi dan TNI,” kata Choirul Anam.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved