TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Kisah Traumatis Jurnalis Malang di Tengah Kengerian Tragedi Kanjuruhan, Tak Kuat Lihat Korban Bocah

Jurnalis melihat tubuh-tubuh tak bernyawa, mendengar lengkingan takut serta tangisan bocah, hingga suara serak lemah permintaan tolong korban

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Gate 13 stadion Kanjuruhan Malang yang jadi saksi bisu kengerian Tragedi Kanjuruhan 

SURYAMALANG.COM , MALANG - Kengerian Tragedi Stadion Kanjuruhan nyata dihadapi semua orang,  termasuk para Jurnalis yang ada di Kandang Arema FC di kabupaten Malang pada Sabtu malam itu, 1 Oktober 2022.

Para jurnalis yang bertugas mewartakan pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya malam itu turut larut dalam kondisi mencekam ketika tragedi maut itu terjadi .

Para pewarta merasakan, mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri, hingga terlibat langsung dalam kengerian suasana malam itu. 

Baca juga: Aremania Sebut 4 Anak di Bawah Umur Belum Ditemukan Sejak Tragedi Kanjuruhan, Sulit Tak Ada KTP

Bahkan beberapa di antaranya masih diliputi traumatis, selalu terbayang dan dihantui mimpi buruk dalam beberapa hari ini.

Mereka melihat tubuh-tubuh tak bernyawa, mendengar lengkingan takut dan panik serta tangisan bocah, hingga suara serak lemah permintaan tolong korban yang tak berdaya.

Para jurnalis yang turut membantu para korban ikut terpukul ketika melihat korban bocah dan ketika satu persatu korban yang coba ditolong tak berumur lagi.

"Dua anak yang kuberi nafas bantuan semuanya gak ada umur," 

Yona, jurnalis KlikTimes.com memberi pernyataan itu pada Suryamalang.com dengan suara bergetar, Rabu (5/10/2022).

Sambil menahan rasa yang berkecamuk, Yona menceritakan bagaimana ia secara spontan langsung membantu mengevakuasi korban, para Aremania di stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam itu.

Yona mengisahkan bagaimana ia masih berada di atas tribune untuk media di area tribune VIP stadion Kanjuruhan ketika detik-detik tragedi mengerikan bermula.

Ia masih berusaha mengetik berita melalui smartphonenya di saat para reporter lainnya sudah turun menuju ruang Pressroom.

Baca juga: 5 Prajurit TNI Diperiksa Terkait Tendangan Kungfu di Tragedi Kanjuruhan, Pangdam V Minta Maaf

Waktu itu ia tersentak ketika mendengar rentetan suara tembakan dari pelontar gas air mata di dalam stadion.

Yona yang punya pengalaman merasakan suasana keributan suporter di stadion Maguwoharjo di tahun 2019 terheran-heran ketika melihat dan mendengar banyak gas air mata dilontarkan.

"Saya heran, suara tembakan seperti berondongan senjata semi otomatis, kok banyak sekali gas air mata ditembakkan ? Saya punya pengalaman kena gas air mata di Maguwoharjo tahun 2019, itupun yang ditembakkan hanya satu-dua, kok ini banyak sekali," ungkap Yona.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved