TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Ada Posko Trauma Healing di Balaikota Malang Bagi Korban Tragedi Kanjuruhan
Pemerintah Kota Malang membuka layanan trauma healing bagi korban tragedi Kanjuruhan di posko center yang ada di Balaikota Malang.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM , MALANG - Pemerintah Kota Malang membuka layanan trauma healing bagi korban tragedi Kanjuruhan yang masih mengalami trauma.
Pada layanan ini, petugas nantinya akan mendampingi para korban yang masih trauma atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.
Untuk memperbaiki trauma dari korban ini, Dinas Kesehatan Kota Malang bekerjasama dengan Ikatan Psikologi Klinis Indonesia (IPK) Jawa Timur.
"Kami sudah ada tim trauma healing yang dulu ada sejak dari Covid-19. Mereka nanti yang akan bekerja," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji.
Sutiaji mengatakan, perlu sebuah tindakan, untuk memperbaiki pikiran dan kondisi para korban maupun keluarga pasca insiden tragedi Kanjuruhan.
Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh warga Malang, yang masih mengalami trauma, untuk segera melaporkan ke posko center yang ada di Balaikota Malang.
"Karena ini merupakan upaya kami untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat. Kami harus memahami situasi yang terjadi pasca kejadian," ujarnya.
Dia juga menceritakan, saat melakukan kunjungan ke daerah Blimbing, ada istri yang telah ditinggalkan anak dan suaminya.
Termasuk korban anak di bawah umur di Bareng, yang juga ditinggalkan ayah dan ibunya meninggal dunia usai menonton laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.
Contoh seperti inilah kata dia perlu diberikan pendampingan.
"Ada satu anak yang sampai sekarang ketika ditanya itu masih bingung karena Bapak ibunya meninggal dunia dan dia tahu proses Bapak ibunya meninggal dunia Jadi dia seakan-akan masih terbayang-bayang makanya diam saja, ini kan perlu ada pendampingan," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Trauma-healing-pemkot-malang-tragedi-kanjuruhan.jpg)