TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Jawaban Isu Penculikan Aremania Pengunggah Video Tragedi Kanjuruhan Oleh Kadiv Humas Polri : Tak Ada

Dedi Prasetyo menyebut tidak ada tindakan penjemputan paksa atau pemeriksaan kepada Aremania pengunggah video Tragedi stadion Kanjuruhan

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat memberi keterangan pers di Mapolres Malang, Rabu (5/10/2022) 

SURYAMALANGM.COM , MALANG - Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo angkat bicara terkait isu tentang adanya penculikan Aremania pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Dedi Prasetyo menyebut tidak ada tindakan penjemputan paksa atau pemeriksaan kepada pengunggah video yang memaparkan detik-detik kericuhan pada Tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Saya tanyakan tim yang di Polres (Malang) tidak ada (pemeriksaan dan penjemputan). Begitupun saya tanyakan ke Polda Jawa Timur itu tidak ada," beber Dedi ketika dikonfirmasi, Kamis (/10/2022).

Baca juga: FAKTA Pintu 13 Stadion Kanjuruhan Terbuka di Menit 85 dan Masih Dijaga Aparat, Kenapa Terkunci Lagi?

Menurut Dedi, alat bukti yang digunakan polisi dalam mengusut kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan juga didalami melalui rekaman kamera CCTV yang ada di stadion.

"CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan juga menjadi bahan penyidikan maupun analisa terhadap penyidikan," jelasnya.

Sementara itu, Dedi kembali menegaskan pihaknya tidak melakukan penjemputan paksa terhadap para pengunggah video detik-detik kericuhan.

"Belum ada informasi dari tim penyidik," tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar kabar jika ada Aremania yang 'diamankan' oleh aparat.

Kabar ini merebak setelah ada informasi di media sosial yang menyebut seorang Aremania pengunnggah video tragedi stadion Kanjuruhan diamankan 'intel' saat berada di stasiun Malang.

Suasana di lorong pintu keluar stadion Kanjuruhan Malang yang diduga Gate 13 di malam Tragedi Kanjuruhan laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022. Video ini menjadi salah satu bukti jika pintu gerbang keluar tribune dalam kondisi tertutup ketika gas air mata dilontarkan ke arah tribune yang masih dipenuhi Aremania malam itu
Suasana di lorong pintu keluar stadion Kanjuruhan Malang yang diduga Gate 13 di malam Tragedi Kanjuruhan laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022. Video ini menjadi salah satu bukti jika pintu gerbang keluar tribune dalam kondisi tertutup ketika gas air mata dilontarkan ke arah tribune yang masih dipenuhi Aremania malam itu (Tangkap layar Instagram @ultras.id)

Di sisi lain, tim investigasi masih membutuhkan waktu untuk melakukan pendalaman kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Menurut Dedi, unsur kehati-hatian dan kecermatan menjadi acuan utama sebelum menetapkan tersangka.

Alhasil, hingga kini polisi masih belum menetapkan tersangka atas kasus yang merenggut ratusan nyawa usai laga Arema FC melawan Persebaya itu.

Namun Dedi menyampaikan pihaknya akan menjelaskan perkembangan  terbaru pada hari ini, Kamis (6/10/2022).

"Ada beberapa hal yang harus didalami. Karena unsur kehati-hatian dan kecermatan yang dilakukan ini harus betul-betul menjadi standar. Pendalaman-pendalaman harus dilakukan tim pada malam ini maupun besok. Sehingga mungkin besok kami akan sampaikan progress dari tim investigasi.," ujar Dedi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved