Berita Arema Hari Ini

Berita Arema Hari Ini: Jenis Gas Air Mata di Kanjuruhan, Ketua Panpel Minta Korban Diautopsi

Simak berita Arema hari ini populer Jumat 7 Oktober 2022 tentang jenis gas air mata di Kanjuruhan yang memakan korban sebanyak 131 orang meninggal.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu/Twitter/Suara Bobotohl
Potret pelaku penempak gas air mata (kanan) dan Panpel Arema Abdel Haris dalam Berita Arema hari ini populer Jumat 7 Oktober 2022 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Simak berita Arema hari ini populer Jumat 7 Oktober 2022 yang mengulas tentang pemain dan pelatih Singo Edan.  

Satu yang menjadi sorotan dalam berita Arema populer tentang jenis gas air mata di Kanjuruhan yang memakan korban sebanyak 131 orang meninggal dunia.

Selain itu juga terdapat tentang komentar manajeman Arema FC, usai ditetapkan ketua Panpel Abdul Haris sebagai tersangka.

Selengkapnya, simak berita Arema hari ini:

1. Jenis Gas Air Mata di Kanjuruhan Beda dan Mematikan

Jenis gas air mata yang ditembakkan polisi di stadion Kanjuruhan kembali jadi sorotan, bahkan Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris memberi penegasan dan mempertanyakannya.

Abdul Haris yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tragedi Kanjuruhan, secara terbuka menyatakan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki jenis gas air mata yang digunakan di malam 1 Oktober 2022 itu.

Berbicara dalam konferensi Pers di kantor Arema FC atau Kandang Singa, Jumat (7/10/2022) pasca penetapan tersangka oleh Kapolri, Abdul Haris mengungkap apa yang terjadi dalam tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya.

Abdul Haris yang sudah memiliki pengalaman buruk sebelumnya terkait penggunaan gas air mata di stadion Kanjuruhan oleh Polisi,merasa heran dengan apa yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022).

"Ini bukan untuk menyalahkan, tapi untuk kemanusiaan, saya minta diperiksa gas air mata itu, gas air mata seperti apa ? yang saya rasakan, gas air mata itu tidak sama dengan yang di tahun 2018," tegas Abdul Haris.

Haris menyebut di tahun 2018, polisi juga pernah melakukan kesalahan melepas gas air mata di dalam stadion Kanjuruhan.

Tapi di tahun 2018 itu ia mengetahui, para korban yang terpapar gas masih bisa ditolong dengan dikipas atau dibasuh air.

"Yang ini (gas air mata pada 1 Oktober2022), sudah gak bisa apa-apa. Saya lihat korban mukanya biru semua," tambah Haris.

Karenanya ia meminta apa penyelidikan, pemeriksaan hingga diketahui jenis gas air mata apa yang ditembakkan ke Aremania pada 1 Oktober 2022 itu yang terkesan seperti mengandung bahan yang mematikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved