Tragedi Arema Vs Persebaya

Dadang: Saya Mohon Maaf Kepada Seluruh Masyarakat, Suporter Indonesia, dan Warga Malang Raya

Dadang memberi klarifikasi dan minta maaf terkait pernyataan blunder dalam progam Mata Najwa.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Dadang (baju biru) didampingi musisi Anto Baret saat menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan elemen suporter atas pernyataan yang dia sampaikan di program Mata Najwa, Jumat (7/10/2022). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dadang memberi klarifikasi dan minta maaf terkait pernyataan blunder dalam progam Mata Najwa.

"Saya mohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat, suporter Indonesia dan warga Malang karena saya telah membuat pernyataan blunder di program narasi Mata Najwa," ucap Dadang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (7/10/2022).

Dadang memberi klarifikasi tersebut dengaan didampingi musisi Anto Baret, dan Aremania lain.

Dadang mengaku membuka pintu perdamaian bagi seluruh elemen suporter di Indonesia.

"Tidak ada lagi sekat. Sampai kapan kita akan mewarisi perpecahan dan peperangan?" ujarnya.

Saat di program Mata Najwa, Dadang menyampaikan pernyataan yang membuat Aremania dan Bonek kecewa.

Padahal Aremania dan Bonek mulai membuka lembaran baru dan sepakat untuk berdamai.

Bahkan, pentolan Bonek, Andie Peci berniat datang ke Malang untuk mengutarakan duka dan menyerukan gerakan usut tuntas tragedi Kanjuruhan

Tetapi saat di Mata Najwa, Dadang minta waktu sampai 40 hari sampaai masa duka berakhir sebelum pihaknya dan Bonek berkomunikasi.

"Permasalahan lain-lainnya, tolong kami masih berduka. Biarkan kami melewati masa duka ini sampai 40 hari, setelahnya baru kita komunikasi."

"Masalah yang kami tolak bukan masalah kehadiran, tapi masalah usut tuntas. Kami biarkan kami Aremania yang bekerja, tanpa mengurangi rasa hormat," ucap Dadang saat itu.

Meski pernyataan sikap menimbulkan kritikan dari Aremania dan Bonek, dua elemen suporter ini duduk bersama di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (7/10/2022) malam.

Aremania dan Bonek mendoakan para korban meninggal pada malam tujuh hari pasca insiden.

Dua suporter ini juga kompak menyanyikan yel-yel perdamaian dengan diiringi oleh kelompok suporter lain, seperti LA Mania, Pasoepati, The Maident, Jakmania, dan Bobotoh.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved