Berita Malang Hari Ini

Nyantrik ke Dusun, 410 Siswa SMA Brawijaya Smart School Malang Menginap di Rumah Warga

Setelah sempat dua tahun vakum, SMA Brawijaya Smart School Malang kembali menggelar kegiatan Brascho Nyantrik.

Penulis: Hesti Kristanti | Editor: Zainuddin
SMA Brawijaya Smart School
Kegiatan Brascho Nyantrik SMA Brawijaya Smart School Malang 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Setelah sempat dua tahun vakum, SMA Brawijaya Smart School Malang kembali menggelar kegiatan Brascho Nyantrik.

Kegiatan belajar bersama petani ini berada di Dusun Ngebrong, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Sebanyak 410 siswa dari kelas X dan XI serta 45 guru pendamping menginap di sana selama 4 hari sejak 4-7 Oktober. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI.

Kepala SMA Brawijaya Smart School Malang, Nandung Intirtama, DipEd MPd menjelaskan, Brascho Nyantrik adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan sikap gotong royong dan jiwa sosial pada siswa, meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Termasuk mempererat rasa persaudaraan terhadap sesama, serta  belajar berkehidupan di masyarakat di segala situasi.

“Kegiatan ini selaras dengan visi SMA Brawijaya Smart School Malang untuk menumbuhkan siswa SMART (Spiritual, Motivated, Active, Respectful, Technological),” terangnya sebagaimana rilis yang dikirim ke SURYAMALANG.COM, Kamis (13/10/2022).

Seluruh siswa kelas X dan XI tiba di lokasi sekitar pukul 09.30. Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah penyerahan pembimbingan kegiatan dari Kepala SMA Brawijaya Smart School Malang, Nandung Intirtama, DipEd MPd kepada Kepala Dusun Ngebrong, Mukromin.

“Semoga seluruh siswa yang mengikuti kegiatan dapat memperoleh pengalaman yang berharga tentang cara belajar berkehidupan bermasyarakat,” terang Kepala Dusun Ngebrong, Mukromin.

elama kegiatan Brascho Nyantrik, siswa menginap di rumah warga atau rumah inang.

Sebanyak kurang lebih 160 rumah inang digunakan pada kegiatan ini. Siswa yang bertempat tinggal di rumah inang akan melaksanakan nyantrik (belajar) kepada orang tua inangnya sesuai dengan mata pencarian orang tua inangnya.

 “Jika orang tua inang bekerja sebagai petani, maka siswa akan mengikuti orang tua inang ke ladang atau sawah untuk bertani. Jika orang tua inang bekerja sebagai peternak maka siswa akan belajar beternak kepada orang tua inangnya,” jelas Ketua Pelaksana Kegiatan, Widyo Nugroho Adi SOr.

Serangkaian kegiatan siswa yaitu Selasa (4/10) malam, siswa bersama warga mengikuti perayaan Maulid Nabi SAW dan pengajian di masjid setempat. Selanjutnya, pada hari Rabu (5/10) siswa mengikuti kegiatan jelajah alam dusun Ngebrong.

Keesokan harinya, Kamis (6/10) sore, siswa bersama anak-anak kecil dusun mengikuti kegiatan ‘dolanan bareng’ yang dipandu oleh OSIS/MPK.

Pada malam harinya, pukul 18.30-21,00 terdapat kegiatan malam keakraban dengan menampilkan grup banjari anak-anak dan grup banjari ibu-ibu warga dusun.

Tak kalah menarik pula, terdapat penampilan tari tradisional oleh ekskul tari SMA Brawijaya Smart School Malang dan juga penampilan grup akustik dari ekskul musik.

Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan serah-terima kembali dari kepala dusun Ngebrong ke kepala SMA Brawijaya Smart School Malang.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved