Tragedi Arema Vs Persebaya
KontraS Temukan Bukti Pelanggaran HAM dalam Tragedi Kanjuruhan
KontraS telah menemukan bukti-bukti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam tragedi Kanjuruhan.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah menemukan bukti-bukti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam tragedi Kanjuruhan.
KontraS menilai ada tindakan sistematis dan struktural setelah laga Arema vs Persebaya yang telah menelan korban jiwa sebanyak 132 orang.
Sekjen Federasi KontraS, Andi Irfan mengatakan aparat kepolisian sudah dipersenjatai dengan gas air mata.
Penembakan gas air mata membuat kepanikan suporter di tribun Stadion Kanjuruhan.
"Struktur dan sistematis punya dampak meluas. Struktur dan sistematis perlu adanya komando. Artinya, personel di lapangan bukan inisiatif diri sendiri, tapi ada arahan atasan," ujar Andi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (14/10/2022).
KontraS dan Tim Gabungan Aremania (TGA) menuntut Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan Pro Justisia atas dugaan kejahatan kemanusiaan di tragedi Kanjuruhan.
"Kejahatan HAM caranya memang begini, mulai dari Aceh dan daerah lain. Modus operandinya sama. Aparat dipersenjatai. Seharusnya aparat mengetahui resiko, ketika gas air mata ditembakkan ke tribun," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Sekjen-Federasi-KontraS-Andi-Irfan.jpg)